Kota Sukabumi

Sukabumi Genjot PAD: Retribusi Sampah dan Parkir Jadi Sumber Pendapatan Baru

×

Sukabumi Genjot PAD: Retribusi Sampah dan Parkir Jadi Sumber Pendapatan Baru

Sebarkan artikel ini

CAKRAWALAJAMPANG – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan bahwa daerah harus bergerak lebih berani dan kreatif dalam menghadapi tekanan fiskal yang semakin menantang. Pesan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Musrenbang Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu, Rabu (3/12/2025).

Menurut Bobby, keterbatasan anggaran bukanlah hambatan, melainkan momentum untuk mendorong pemerintah menggali potensi pendapatan secara lebih agresif. “Ibarat dikejar naga, kita spontan bisa berlari lebih cepat. Kondisi fiskal pun begitu—ketika terdesak, justru harus melompat,” ujarnya.

Baca Juga: Peresmian Gapura Jadi Momentum Ayep Zaki Dorong Lompatan Besar Pembangunan

Ia menjelaskan bahwa pajak daerah masih menjadi penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, kedisiplinan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak perlu terus diperkuat.

Selain pajak, Bobby menyoroti perlunya optimalisasi retribusi sampah melalui evaluasi dan revisi regulasi agar kontribusinya meningkat. Sektor perparkiran pun dinilai menyimpan potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap.

Bobby membuka opsi kerja sama dengan pihak ketiga untuk menghitung nilai riil potensi pendapatan parkir—yang diperkirakan dapat mencapai miliaran rupiah jika dikelola lebih profesional.

“Jika PAD naik, kita bisa membangun dengan mandiri, termasuk Gapura, Jembatan Kopeng, dan Gedung Dekranasda,” tegasnya.

Baca Juga: Perkuat UMKM Perempuan, Bumdesma Gelar Pelatihan Digital Marketing dan Izin Usaha

Bobby turut mengingatkan bahwa tren global menunjukkan masyarakat kini lebih menahan belanja akibat ketidakpastian ekonomi. Hal tersebut harus menjadi refleksi bagi pemerintah agar semakin jeli dalam mengelola anggaran dan memperkuat sumber fiskal internal.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Sindangsari, Asep Kusmayadi, menyampaikan bahwa Musrenbang tahun ini melahirkan lima usulan prioritas, meliputi pembangunan fisik dan program pemberdayaan masyarakat. Seluruh tahapan penyusunan telah melalui rembug warga hingga pra-Musrenbang.

“Program P2RW tetap berjalan, bahkan diperkuat dengan swadaya masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page