Kota Sukabumi

‎Aktivitas PKL Menjamur, Wajah Lapang Merdeka Kian Semrawut

×

‎Aktivitas PKL Menjamur, Wajah Lapang Merdeka Kian Semrawut

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang TBJKP, Fajar Rahmansyah

CAKRAWALAJAMPANG – Pemanfaatan Lapang Merdeka sebagai fasilitas publik sekaligus ikon Kota Sukabumi dinilai mulai kebablasan. Pada hari-hari tertentu, kawasan tersebut tidak lagi digunakan semata untuk kegiatan olahraga atau rekreasi, melainkan dimanfaatkan sebagian pihak untuk berjualan dan aktivitas komersial lainnya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah karena berpotensi mengganggu ketertiban umum. Terlebih, jumlah pengunjung Lapang Merdeka pada waktu-waktu tertentu dapat mencapai hingga 4.000 orang.

Baca Juga: Renovasi Mushola Kecamatan Curugkembar Didukung Donatur dan Kepala Desa

Situasi itu membuat peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjadi krusial, khususnya dalam melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) serta pengawasan aktivitas pengunjung guna mencegah kerusakan fasilitas publik.

Kepala Bidang TBJKP, Fajar Rahmansyah, menegaskan bahwa meskipun Lapang Merdeka dapat diakses secara gratis oleh masyarakat, bukan berarti aturan dapat diabaikan begitu saja. Ia menyoroti banyaknya pihak yang memanfaatkan keramaian untuk berdagang secara tidak teratur tanpa memperhatikan kebersihan dan keindahan kawasan.

“Kami memberikan kebebasan masyarakat untuk menikmati fasilitas ini secara gratis. Namun, bagi yang memiliki kepentingan usaha atau berjualan, tentu harus ada timbal baliknya. Jangan hanya mencari keuntungan, tetapi juga peka terhadap kebersihan dan ketertiban,” ujar Fajar.

Menurutnya, setiap keramaian hampir selalu menyisakan persoalan sampah dalam jumlah besar. Karena itu, dibutuhkan ketegasan petugas di lapangan agar baik pedagang maupun pengunjung tidak membuang sampah sembarangan yang dapat merusak wajah landmark kota.

“Logikanya, pengunjung jajan di sini lalu sampahnya dibuang seenaknya. Pedagang pun kadang acuh karena merasa sudah untung. Di sinilah fungsi penertiban harus berjalan agar estetika kota yang dibangun dengan anggaran besar tetap terjaga,” tegasnya.

Baca Juga: ‎Atap Rumah Warga Cibeureum Hilir Jebol Buntut Cuaca Ekstrem

Sebagai pihak yang terlibat langsung dalam pembangunan Lapang Merdeka pada 2021, Fajar mengimbau agar Satpol PP dan masyarakat dapat bekerja sama menjaga fasilitas dari kerusakan akibat ulah manusia (human-made damage). Dengan rata-rata kunjungan harian berkisar antara 2.500 hingga 4.000 orang, tekanan terhadap fasilitas publik tersebut terbilang sangat tinggi.

Ia menegaskan bahwa penertiban bukan bertujuan melarang aktivitas ekonomi, melainkan untuk mengembalikan fungsi utama Lapang Merdeka sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yakni sebagai sarana upacara, olahraga, pendidikan, serta pariwisata yang aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page