Kota Sukabumi

Tanah Longsor Terjang Ruko UMKM di Jalan Aminta Ajmali Sukabumi

×

Tanah Longsor Terjang Ruko UMKM di Jalan Aminta Ajmali Sukabumi

Sebarkan artikel ini
3 Ruko terkena longsor di Aminta Ajmali, Kelurahan Sriwedari, Kota Sukabumi, Jumat, 6 Februari 2026.

CAKRAWALAJAMPANG – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Kota Sukabumi, tepatnya di Jalan Aminta Ajmali, Kelurahan Sriwedari, pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa tersebut menimpa deretan ruko UMKM yang berada di lokasi kejadian.

Tercatat, tiga pemilik ruko menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Longsor terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului hujan, saat para pedagang masih beraktivitas di dalam ruko. Beruntung, seluruh pedagang berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga: FPD BKPSDM Kota Sukabumi, Bobby Maulana Dorong ASN Adaptif di Era Digital

Salah satu pemilik ruko, Ananda (29), mengungkapkan bahwa ambruknya bangunan didahului oleh suara retakan kecil. Mendengar suara tersebut, para pedagang langsung berupaya keluar dari bangunan untuk menyelamatkan diri.

“Bangunannya tiba-tiba ambruk, sebelumnya terdengar suara retakan kecil. Alhamdulillah pedagang langsung keluar dan selamat,” ujarnya.

Ananda menjelaskan, kejadian longsor ini merupakan yang kedua kalinya terjadi di lokasi yang sama. Ia menyebutkan pergerakan tanah sudah terpantau sejak tahun lalu dan kembali memicu longsor pada tahun ini.

Usai kejadian, BPBD Kota Sukabumi bersama unsur Forkopimcam langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen, evakuasi, serta pengamanan area. Sejumlah personel dikerahkan guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.

Baca Juga: Ayep Zaki Dorong Merit System Murni, Pemkot Sukabumi Terapkan Manajemen Talenta ASN Berbasis Data

Akibat kejadian tersebut, tiga ruko mengalami kerusakan berat dengan estimasi kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Selain merugikan pemilik dan pedagang, longsor juga mengancam akses jalan utama yang menjadi jalur aktivitas warga.

Pemilik bangunan menyayangkan lambannya penanganan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR). Menurutnya, lokasi tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi dan seharusnya menjadi prioritas penanganan.

“Kami sudah mengajukan perbaikan, tapi sampai sekarang belum ada respons yang jelas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page