CAKRAWALAJAMPANG – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat sinergi dengan kalangan pengusaha dalam upaya mengoptimalkan penerimaan pajak daerah sebagai sumber utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan bahwa kolaborasi yang sehat antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan pengelolaan pajak daerah, khususnya bagi daerah yang bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa.
Hal tersebut disampaikan Bobby dalam pertemuan bersama para pengusaha di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Jumat (23/1/2026).
Baca Juga: TPT Ambruk di Warudoyong Sukabumi, BPBD Lakukan Penanganan Sementara
Menurutnya, optimalisasi pajak tidak dapat dilakukan secara sepihak. Diperlukan kesamaan pemahaman terkait hak dan kewajiban perpajakan, sekaligus ruang dialog yang terbuka antara pemerintah dan wajib pajak.
Sebagai kota yang tidak memiliki sumber daya alam unggulan, Kota Sukabumi menjadikan sektor pajak sebagai tulang punggung pembiayaan pembangunan daerah.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah telah membentuk Tim 10 yang melibatkan pejabat eselon II dan III guna menjembatani komunikasi dengan para wajib pajak.
Baca Juga: NasDem Tekankan Proses, Tindak Lanjut Rekomendasi Panja Tetap Berbasis Aturan
Tim ini akan secara rutin mendatangi pelaku usaha sedikitnya satu kali setiap bulan untuk menyerap aspirasi sekaligus menyelesaikan kendala teknis perpajakan.
Bobby menyebut, pertemuan kali ini merupakan agenda keempat bersama wajib pajak, khususnya yang berkontribusi melalui Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT).
Ia berharap sinergi yang terbangun mampu meningkatkan kepatuhan pajak sekaligus mendorong iklim usaha yang kondusif.
“PAD yang kuat akan berdampak langsung pada peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penyediaan sarana dan prasarana bagi masyarakat,” pungkasnya.












