CAKRAWALAJAMPANG – Pemerintah Desa Padajaya, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, berhasil membangun sebuah mushola di lingkungan kantor desa. Pembangunan mushola tersebut dilaksanakan pada Selasa, 30 Desember 2025, dengan dukungan bantuan material dari donatur asal Arab Saudi serta swadaya dan partisipasi aktif masyarakat.
Kepala Desa Padajaya, Ade Hermawan yang akrab disapa Ade Noyod, menjelaskan bahwa bantuan dari donatur luar negeri tersebut diberikan dalam bentuk bahan material bangunan, bukan uang tunai. Seluruh proses pengerjaan mushola dilakukan oleh pemerintah desa bersama masyarakat setempat.
“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian global terhadap penguatan fasilitas ibadah di Indonesia, khususnya di Desa Padajaya,” ujar Ade Noyod.
Baca Juga: Kecamatan Jampangkulon Apresiasi Kontribusi Mahasiswa PPL STISIP Syamsul Ulum
Mushola tersebut dibangun di lokasi strategis, tepat di samping kantor desa, sehingga dapat dimanfaatkan oleh perangkat desa, masyarakat yang berkunjung, serta tamu dari luar daerah. Bangunan mushola berukuran 7×7 meter dan mampu menampung sekitar 50 hingga 70 jemaah.
Ade Noyod berharap keberadaan mushola ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan penguatan silaturahmi warga, khususnya bagi generasi muda.
“Semoga mushola ini membawa keberkahan, memperkuat iman, serta meningkatkan persatuan dan kebersamaan masyarakat,” tambahnya.
Baca Juga: Penyaluran Beras Nutrizinc, Wabup: Penurunan Stunting Prioritas Pembangunan
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada donatur dari Arab Saudi atas kepercayaan dan kepedulian yang diberikan, serta mengajak seluruh warga untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya.
Pembangunan mushola ini merupakan bagian dari program peningkatan fasilitas umum desa. Sebelumnya, pada 11 Desember 2025, donatur yang sama juga memberikan bantuan untuk pembangunan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) di Desa Padajaya. Kolaborasi antara donasi internasional, pemerintah desa, dan partisipasi masyarakat ini diharapkan dapat menjadi contoh pembangunan berkelanjutan di wilayah Jampangkulon.












