CAKRAWALAJAMPANG – Kota Sukabumi bersiap memasuki babak baru pergerakan wisata. Kehadiran Kereta Wisata Jaka Lelana, yang kini mulai melintasi dan singgah di kota ini, membuka peluang segar bagi sektor transportasi dan pariwisata lokal.
Momentum ini dinilai bukan sekadar titik persinggahan, melainkan pintu masuk bagi meningkatnya kunjungan wisatawan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Iskandar Ifhan, menyebut hadirnya Jaka Lelana sebagai kesempatan emas.
baca Juga: Musyawarah Islah JTM–YFSBBP Berlangsung Kondusif, Laporan Resmi Dicabut“Merupakan kehormatan bagi Sukabumi bisa dilintasi kereta wisata ini. Meski bukan tujuan akhir, para penumpangnya tetap berpotensi singgah dan menikmati kota,” ujar Iskandar, Rabu (10/12/2025).
Iskandar menegaskan bahwa kesiapan jalur dan faktor keamanan tetap menjadi prioritas utama. Dishub akan memperkuat pengawasan serta menata titik-titik perlintasan untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dan lancar.
“Keselamatan nomor satu. Kami mengoptimalkan seluruh perlintasan agar perjalanan tetap kondusif,” tegasnya.
Selain itu, Dishub juga mengantisipasi potensi kepadatan di jalur yang bersinggungan dengan aktivitas masyarakat. Koordinasi dengan Satpol PP akan segera ditingkatkan, terutama di kawasan Jalan A. Yani yang kerap menjadi titik sensitif baik untuk lalu lintas maupun area berdagang.
baca Juga: Bupati Sukabumi Hadiri Sarasehan Kebangsaan MPR RI di Bandung“Kami berkoordinasi untuk mencegah kemacetan yang disebabkan kendaraan umum maupun pedagang di badan jalan,” jelasnya.
Bila dikelola optimal, Jaka Lelana diyakini mampu menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat.
Wisatawan yang singgah berpeluang memberi dorongan bagi UMKM, kuliner, hingga jasa transportasi lokal. Sebuah kunjungan singkat bisa menjadi promosi alami—dari pengalaman, cerita, hingga keinginan untuk kembali.
skandar menegaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci menjaga kenyamanan wisatawan selama berada di Sukabumi.
Evaluasi jalur, penataan arus kendaraan, dan pembenahan titik keramaian akan terus dilakukan demi memperkuat citra positif kota.“Kami ingin setiap tamu pulang membawa cerita terbaik tentang Sukabumi,” pungkasnya.












