Pariwisata

Kawanan Monyet di Tanjakan CipeucangJadi Perhatian Pengguna Jalan

×

Kawanan Monyet di Tanjakan CipeucangJadi Perhatian Pengguna Jalan

Sebarkan artikel ini

CAKRAWALAJAMPANG – Pemandangan tak biasa terlihat di kawasan Tanjakan Cipeucang, Kampung Cipeucang, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Puluhan monyet tampak turun dari kawasan hutan dan berkeliaran di tepi jalan pada Senin (3/11/2025) siang.

Fenomena ini sontak menarik perhatian para pengendara yang melintas. Beberapa di antara mereka bahkan sempat memperlambat laju kendaraan untuk menyaksikan kawanan satwa tersebut yang tampak asyik mencari makan di pinggir jalan.

Baca Juga: Rotasi Kepala Sekolah di Sukabumi, Dorong Penguatan Kepemimpinan dan Kualitas Pendidikan

Kepala Desa Mekarsakti, H. Dacep, membenarkan bahwa keberadaan monyet di kawasan itu bukan hal baru. Ia menjelaskan, Tanjakan Cipeucang memang berada di jalur yang berdekatan dengan habitat alami satwa liar, sehingga monyet-monyet tersebut kerap turun ke jalan untuk mencari makanan.

“Pemandangan seperti ini sudah sering terjadi. Kawanan monyet memang biasa turun di tanjakan dan turunan Cipeucang, terutama saat musim kemarau atau ketika persediaan makanan di hutan menipis,” ujar H. Dacep saat ditemui, Senin (3/11/2025).

Meski demikian, pihaknya mengimbau warga dan para pengendara agar tidak mengganggu atau mencoba memberi makan satwa liar tersebut. Menurut Dacep, tindakan seperti itu justru berpotensi memicu agresi dari kawanan monyet.

“Pernah ada kejadian warga diserang monyet karena mencoba mengambil anaknya. Untung saja warga itu selamat setelah bersembunyi di gorong-gorong, tapi motornya rusak diserang monyet,” tuturnya.

Lebih lanjut, H. Dacep menambahkan bahwa kawasan Tanjakan Cipeucang memang termasuk jalur satwa liar. Selain monyet, warga juga beberapa kali melihat keberadaan ular besar dan bahkan macan yang turun hingga ke area jalan.

Baca Juga: Hujan Lebat dan Angin Kencang Sebabkan Rumah Warga di Purabaya Rusak

“Wilayah kami ini masih dikelilingi hutan lebat di kaki Geopark Ciletuh–Palabuhanratu. Jadi, tidak heran kalau sesekali satwa liar terlihat melintas atau muncul di sekitar jalan,” jelasnya.

Pemerintah Desa Mekarsakti mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di jalur tersebut, terutama pada waktu sore menjelang malam, serta menjaga kelestarian ekosistem hutan.

“Selama tidak diganggu, satwa-satwa itu tidak akan menyerang. Mari sama-sama menjaga keseimbangan alam dan tidak melakukan tindakan yang bisa merusak habitat mereka,” pungkas H. Dacep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page