CAKRAWALAJAMPANG – Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menegaskan pentingnya adaptasi layanan publik di tengah perubahan perilaku masyarakat yang kian digital, cepat, dan terbuka.
Pemerintah daerah, kata dia, dituntut responsif sekaligus profesional dalam menghadapi dinamika tersebut.
Baca Juga: Ayep Zaki Dorong Merit System Murni, Pemkot Sukabumi Terapkan Manajemen Talenta ASN Berbasis Data
Penegasan itu disampaikan Bobby saat menghadiri Forum Perangkat Daerah BKPSDM Kota Sukabumi dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Tahun 2027 di Aula BKPSDM, Jumat 6 Februari 2026.
Forum tersebut diikuti jajaran BKPSDM dan perwakilan OPD se-Kota Sukabumi.
Bobby menjelaskan, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola penyaluran aspirasi masyarakat.
“Sebelumnya disampaikan melalui forum formal seperti musrenbang atau FPD, kini keluhan dan masukan dapat langsung diutarakan melalui media sosial,” ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menuntut aparatur pemerintah bekerja lebih profesional, cepat merespons, serta siap diawasi publik secara luas.
Baca Juga: Reses di Limusnunggal, Aleg PDIP Bongkar Dampak JLS: PBB Melonjak, Warga Tertekan
Pemerintah Kota Sukabumi pun menargetkan pada 2026 memiliki ASN yang kompeten dan selaras dengan bidang tugas masing-masing.
Selain peningkatan kapasitas SDM, Bobby menekankan pentingnya penguatan manajemen talenta serta keterlibatan aktif masyarakat dalam ekosistem pemerintahan.
Ia mengajak seluruh aparatur berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan menjunjung integritas dan tanggung jawab.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Sukabumi Taufik Hidayah menyampaikan bahwa FPD menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan program kerja BKPSDM Tahun 2027.
“Ini mengenai arah kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas ASN yang profesional dan melayani,” tegasnya.












