CAKRAWALAJAMPANG – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki optimistis Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi tahun 2026 berpeluang menembus angka Rp1,4 triliun. Optimisme tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Cibeureum, Rabu (28/1/2026).
Ayep menjelaskan, target awal APBD Kota Sukabumi tahun 2026 masih berada di angka Rp1,175 triliun. Namun, Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp535 miliar menjadi Rp650 miliar untuk menutup defisit anggaran sebesar Rp115 miliar.
Baca Juga: Diskominfo Tegaskan Pentingnya Literasi Digital, Keamanan Data dan Informasi
Apabila target PAD tersebut tercapai, APBD Kota Sukabumi diproyeksikan meningkat menjadi Rp1,290 triliun. Dengan dukungan dan kekompakan seluruh pemangku kepentingan, Ayep meyakini APBD berpeluang terus meningkat hingga menembus Rp1,4 triliun.
Selain mengandalkan peningkatan PAD, Pemerintah Kota Sukabumi juga terus mengupayakan pengembalian Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp159 miliar melalui koordinasi dan lobi ke Kementerian Keuangan sebagai bagian dari perbaikan tata kelola keuangan daerah.
Ayep menegaskan, 11 bulan ke depan menjadi periode krusial bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Sukabumi untuk bekerja lebih keras guna mengejar target APBD minimal di atas Rp1,320 triliun. Ia meminta 35 organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk para camat, untuk berperan aktif sebagai ujung tombak peningkatan PAD.
“Seluruh OPD dan camat harus terlibat langsung dalam upaya peningkatan pendapatan daerah,” tegasnya.
Baca Juga: Polres Sukabumi Laksanakan Shalat Ghaib dan Doa Bersama untuk Dua Anggota Polri yang Gugur serta Korban Bencana Cisarua
Sementara itu, Camat Cibeureum Yanwar Ridwan menyampaikan bahwa Kecamatan Cibeureum direncanakan menjadi pusat pemerintahan baru selain Kecamatan Cikole. Lokasi yang direncanakan berada di RW 04 Kelurahan Limusnunggal.
Menurut Yanwar, langkah awal yang perlu dilakukan adalah pembangunan jembatan penghubung guna mengurangi kepadatan aktivitas pemerintahan di pusat kota. Selain itu, di wilayah Cibeureum juga direncanakan pembangunan Lapang Merdeka 2 sebagai lokasi kegiatan berskala besar untuk mengantisipasi kemacetan.
Dalam upaya peningkatan PAD, Kecamatan Cibeureum terus melakukan optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui sistem jemput bola, mengingat banyak wajib pajak yang berdomisili di luar daerah.












