DPRD

DPRD Kota Sukabumi Dorong Gedung Dekranasda Jadi Motor Penggerak UMKM dan PAD

×

DPRD Kota Sukabumi Dorong Gedung Dekranasda Jadi Motor Penggerak UMKM dan PAD

Sebarkan artikel ini

CAKRAWALAJAMPANG – Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda atau yang akrab disapa Kang Wanju, menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Gedung Dekranasda pertama sepanjang sejarah berdirinya Kota Sukabumi.

Ia menilai kehadiran gedung tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis UMKM.

Baca JugaPemkab Sukabumi Satukan Persepsi Percepat Pengadaan Lahan Tol Bocimi Seksi 3

“Rencana pembangunan Gedung Dekranasda sejatinya telah lama dirancang dan dibahas dalam berbagai forum. Namun, realisasinya baru dapat diwujudkan saat ini seiring kesiapan waktu dan dukungan anggaran,” kata Wanju, Selasa (10/2/2026).

Ia menegaskan, peresmian gedung ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol komitmen bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Gedung Dekranasda menjadi wadah pemersatu pelaku UMKM, pemerintah, dan masyarakat. Ini adalah simbol penggerak ekonomi rakyat sekaligus instrumen untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Sukabumi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, berharap gedung tersebut dapat menjadi rumah bersama bagi para pengrajin dan pelaku UMKM.

Baca Juga: Lewat Musrenbang Jampangkulon, DPRD Sukabumi Kawal Arah Pembangunan Agroindustri dan Pariwisata

Selain sebagai pusat aktivitas, gedung ini juga diharapkan menjadi sarana promosi produk lokal agar mampu bersaing dan berkembang.

Ranty mengungkapkan, berdasarkan pendataan Desember 2025, terdapat sekitar 200 pelaku UMKM yang telah terdata, meski sebagian masih dalam proses kurasi.

Ke depan, Dekranasda akan fokus pada pengembangan produk berbasis tujuh bahan utama seperti kain, kayu, dan batu, dengan tetap mengikuti pakem kerajinan.

Ia juga memperkenalkan konsep pengelompokan Dekranasda ke dalam tiga kategori, yakni Dekranasda asli, fashion, dan UMKM, dengan porsi sekitar 20 persen dialokasikan untuk produk makanan yang telah melalui proses kurasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page