CAKRAWALAJAMPANG – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan arah kebijakan Pemerintah Kota Sukabumi dalam membenahi sektor transportasi sebagai fondasi keselamatan publik, konektivitas wilayah, dan pengungkit ekonomi daerah.
Penegasan tersebut disampaikan saat peninjauan fasilitas pengamanan perlintasan kereta api serta persiapan penyambutan kereta wisata Jakarlalana.
Menurut Ayep, mobilitas warga Sukabumi yang bergantung pada akses menuju Jakarta memerlukan sistem transportasi massal yang terintegrasi dan efisien.
Baca Juga: Ayep Zaki Tegaskan SDM Unggul Kunci Masa Depan Kota Sukabumi
Karena itu, Pemkot Sukabumi mendorong PT Kereta Api Indonesia agar pengembangan jalur ganda diikuti dengan perluasan layanan KRL Commuter Line hingga masuk ke wilayah Kota Sukabumi.
“Kita ingin warga yang bekerja ke Jakarta punya pilihan transportasi yang lebih nyaman dan terjangkau. Pemkot mengambil peran untuk mendorong agar pengembangan KRL tidak berhenti, tetapi benar-benar sampai ke kota,” ujar Ayep.
Sejalan dengan penguatan konektivitas, aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Pemkot Sukabumi melalui Dinas Perhubungan telah membangun empat pos penjagaan perlintasan kereta api dari total 20 titik rawan yang dipetakan di wilayah kota.
Kehadiran petugas penjaga dinilai krusial, terutama di perlintasan yang memiliki karakter ekstrem dan tingkat risiko tinggi.
Baca Juga: Ayep Zaki Tegaskan SDM Unggul Kunci Masa Depan Kota Sukabumi“Keselamatan warga tidak bisa ditawar. Walaupun sistem palang masih manual, kehadiran petugas secara langsung mampu meminimalkan potensi kecelakaan,” tegasnya.
Setiap pos penjagaan dioperasikan oleh empat personel yang bekerja secara bergiliran dalam dua shift. Seluruh pembiayaan operasional dan honor petugas ditanggung melalui APBD Kota Sukabumi sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap keselamatan publik.
Di sisi lain, Pemkot Sukabumi juga bersiap menyambut pengoperasian kereta wisata Jakarlalana yang direncanakan melayani kunjungan wisata ke Sukabumi pada akhir tahun atau awal tahun mendatang.
Kehadiran kereta wisata ini diharapkan memperkuat daya tarik pariwisata sekaligus menggerakkan sektor ekonomi lokal.
“Kita siapkan penyambutan yang baik. Ketika kereta wisata mulai beroperasi, dampaknya harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Ayep.
Pada akhir pernyataan, Ayep Zaki menekankan bahwa seluruh pembangunan infrastruktur transportasi harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah.
“Transportasi yang aman dan terhubung akan membuka ruang ekonomi baru. Itu yang terus kita dorong bersama masyarakat,” pungkasnya.












