CAKRAWALAJAMPANG – Institut Citra Buana Indonesia (ICBI) membuktikan bahwa semangat kebersamaan tidak mudah dipatahkan oleh cuaca. Kegiatan Fun Run/Fun Walk ICBI 2025 yang digelar pada Minggu (14/12/2025) tetap berlangsung meriah meski hujan deras mengguyur sepanjang acara.
Kegiatan dimulai dari SMPN 16 Sukabumi, melintasi kawasan Sukaraga hingga SDN Sukakarya, dan berakhir di Gedung Graha Cemerlang, Jalan Cemerlang, Kelurahan Swakarya, Kecamatan Warudoyong.
Event ini dipimpin oleh Ketua Panitia Yulianti dari ICBI, dengan Ketua Yayasan dijabat oleh H. Ipang.
Baca Juga: Santunan JKM Rp74 Juta Jadi Bukti Nyata Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Insan Pers di SukabumiYulianti menyampaikan, pelaksanaan kegiatan berjalan di luar perkiraan panitia. Dari total 420 peserta yang terdaftar, sekitar 100 orang hadir langsung di lokasi akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Meski demikian, hujan tidak menyurutkan semangat para peserta yang tetap mengikuti kegiatan dengan penuh keceriaan dan sportivitas.
“Kami tetap melihat antusiasme yang tinggi. Peserta hadir dengan suasana kekeluargaan dan penuh semangat,” ujar Yulianti.
Fun Run/Fun Walk ICBI 2025 diikuti oleh tiga klasifikasi peserta, yakni pelajar dan mahasiswa, peserta umum, serta internal kampus.
Menariknya, mayoritas peserta justru berasal dari kalangan eksternal kampus. Hal tersebut menunjukkan tingginya minat dan ketertarikan masyarakat terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh ICBI.
Baca Juga: Santunan JKM Rp74 Juta Jadi Bukti Nyata Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Insan Pers di SukabumiMenurut Yulianti, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi promosi institusi pasca perubahan status Citra Buana Indonesia dari akademi menjadi institut, sekaligus sebagai sarana mempererat silaturahmi antar civitas akademika.
“Tahun 2025 ini merupakan tahun kedua pelaksanaan kegiatan. Kami berharap ICBI semakin dikenal dan diminati masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, perkembangan ICBI saat ini cukup signifikan. Sebanyak 320 mahasiswa dijadwalkan mengikuti wisuda pada Desember 2025, sementara sekitar 400 mahasiswa lainnya masih aktif menempuh pendidikan.
“Animo masyarakat sangat baik, meskipun status institut baru resmi ditetapkan oleh Dikti pada Oktober 2025,” pungkasnya.












