CAKRAWALAJAMPANG – Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Sukabumi menunjukkan hasil menggembirakan. Dalam kurun dua tahun, rangkaian program intervensi lintas sektor yang dijalankan pemerintah kota berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menyatakan bahwa capaian ini menjadi bukti kuat bahwa kebijakan pemerintah kota sudah berada pada jalur yang tepat.
Pada 2023, prevalensi stunting di Kota Sukabumi masih berada di angka 26,9 persen. Namun, melalui edukasi keluarga, penguatan layanan kesehatan dasar, serta pendampingan gizi yang lebih terarah, angka tersebut turun drastis menjadi 19,7 persen pada 2024.
Baca Juga: Bidik Peringkat Satu, Pemkab Sukabumi Optimalkan Program P2WKSS 2025
Keberhasilan ini turut mendapat apresiasi tingkat provinsi. Kota Sukabumi dinobatkan sebagai Kota Berkinerja Terbaik dalam pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Jawa Barat 2024. Selain itu, Kementerian Keuangan juga memberikan Insentif Fiskal sebagai penghargaan atas progres akselerasi penurunan stunting.
Meski demikian, Bobby mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Dalam RPJMD Kota Sukabumi 2025–2029, target penurunan stunting ditetapkan berjenjang, mulai 18,07 persen pada 2025 hingga 13,36 persen pada 2029. Untuk mencapai sasaran tersebut, kualitas data menjadi perhatian utama.
Baca Juga: Menuju Pemerintahan Digital, Diskominfo Gelar FGD Penyusunan Peta Rencana 2025
Bobby menekankan bahwa setiap indikator kinerja harus diisi berdasarkan data lapangan yang valid. Akurasi, kelengkapan, dan ketepatan waktu pelaporan menjadi kunci agar proses pemantauan program berjalan efektif.
Penilaian kinerja daerah sendiri meliputi tiga aspek utama: efektivitas aksi konvergensi, capaian layanan kesehatan serta infrastruktur dasar, dan efektivitas konvergensi hingga tingkat desa. Evaluasi dilakukan oleh beberapa kementerian, termasuk Kemendagri, Kemenkes, Kementerian PUPR, dan Kemendes.
Menjelang evaluasi 2025, Bobby memberikan tiga instruksi strategis: memastikan indikator terisi lengkap berbasis data faktual, memperkuat koordinasi dari OPD hingga kecamatan dan kelurahan, serta menjaga ketepatan waktu pelaporan.
Dengan optimisme terukur, Bobby menyatakan bahwa Kota Sukabumi berada pada jalur yang benar untuk mempertahankan tren positif penurunan stunting. Kolaborasi yang semakin solid menjadi modal utama dalam mencapai target pembangunan jangka menengah yang telah ditetapkan.












