CAKRAWALAJAMPANG – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus bekerja cepat dan tepat terkait tugas pokoknya melayani masyarakat.
Ia menuntut ASN untuk tidak hanya hadir secara fisik, tetapi benar-benar produktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi agar pelayanan publik semakin efisien.
Penegasan tersebut disampaikan Ayep saat membuka Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di Aula BKPSDM Kota Sukabumi, Jumat (7/11/2025), bersama Kepala BKPSDM, Taufik Hidayah.
Baca Juga: Ledakan Guncang Masjid SMAN 72 Jakarta, Polisi Temukan Bom Rakitan di LokasiMenurutnya, pelatihan ini menjadi bagian penting dalam upaya membangun sistem pemerintahan yang modern dan berbasis digital.
“Pelatihan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Tujuannya agar ASN bisa mempercepat dan mempermudah pekerjaan, bukan justru menambah beban. Kita ingin semua bergerak cepat dan bekerja cerdas,” kata Ayep.
Ia menegaskan, pembenahan sistem birokrasi harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari pola kerja, peningkatan kompetensi SDM, hingga penerapan teknologi digital dan AI di setiap bidang.
Setelah pelatihan, ASN akan menjalani evaluasi ketat dengan hasil yang dilaporkan langsung kepada wali kota.
“Penilaian akan dilakukan objektif. Yang nilainya tinggi akan lanjut ke tahap berikutnya. Tapi kalau hasilnya rendah, kami hentikan dulu. Tidak bisa ikut lagi sebelum ada perbaikan,” tegasnya.
Ayep juga mengingatkan bahwa ASN eselon II, III, dan IV memiliki tanggung jawab besar sebagai pamong praja yang melayani masyarakat. Karena itu, selain profesional dan berintegritas, mereka juga harus menjaga perilaku dan etika.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Terima Audensi Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan“Kalau ASN punya utang ke pihak ketiga, segera selesaikan. Jangan sampai masalah pribadi menodai kredibilitas institusi dan pimpinan,” ujarnya dengan nada tegas.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Sukabumi akan melakukan evaluasi kinerja ASN setiap enam bulan sekali. Ayep memastikan proses evaluasi berlangsung transparan tanpa intervensi, nepotisme, atau like and dislike.
“Yang kinerjanya bagus pasti kita dukung, tapi yang lamban dan tidak disiplin akan kita tindak. Tidak ada toleransi bagi ASN yang kerja lelet,” pungkasnya.












