CAKRAWALAJAMPANG – Warga Kampung Puncakmanis, Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, bersepakat membangun portal palang pintu buka-tutup di jalan desa yang menjadi penghubung antar desa. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kondisi jalan agar tidak cepat mengalami kerusakan.
Kesepakatan ini diambil karena jalan desa tersebut kerap dilalui kendaraan pengangkut kayu dengan tonase besar. Padahal, ruas jalan tersebut belum lama selesai dibangun menggunakan anggaran Dana Desa dan dinilai tidak dirancang untuk menahan beban kendaraan berat.
Warga menilai, intensitas lalu lintas truk bermuatan kayu berpotensi mempercepat kerusakan jalan jika tidak segera dikendalikan. Salah seorang warga setempat, Imaduddin, menyebutkan bahwa spesifikasi jalan desa tidak sebanding dengan beban kendaraan roda empat bermuatan berat yang melintas.
Baca Juga: Safari Berbagi di Ciracap Sukabumi, Hergun Serap Aspirasi Warga“Pengguna jalan, terutama mobil truk pengangkut kayu, bebannya terlalu berat. Kalau terus dibiarkan, jalan ini tidak akan bertahan lama,” ujarnya melalui sambungan telepon seluler, Minggu (28/12/2025).
Ia menegaskan bahwa warga tidak bermaksud melarang aktivitas pengangkutan barang. Namun, masyarakat berharap adanya kesadaran dari para pengguna jalan untuk menyesuaikan jenis kendaraan dengan kondisi infrastruktur yang ada.
“Kami berharap pengangkutan barang atau kayu tidak memaksakan menggunakan truk besar. Cukup menggunakan kendaraan seperti L300 atau mobil SS,” katanya.
Baca Juga: Persib Bandung Tundukkan PSM Makassar 1-0 di Laga Tunda BRI Super League 2025/2026
Menurut Imaduddin, meskipun jalan tersebut merupakan fasilitas umum, setiap pengguna tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga daya dukung jalan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan jalan desa bukan perkara mudah, mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah desa. Jalan tersebut dibangun murni dari Dana Desa, sementara masih banyak ruas jalan lain di wilayah itu yang belum tersentuh pembangunan.
“Anggaran pembangunan jalan sangat terbatas. Karena itu, kami bersama warga lainnya sepakat berinisiatif membuat palang pintu buka-tutup agar jalan ini tidak cepat rusak dan bisa dimanfaatkan lebih lama oleh masyarakat,” pungkasnya.












