CAKRAWALAJAMPANG – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi bersama Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan menggelar kegiatan edukasi dan simulasi mitigasi bencana gempa bumi di PKBM Mercusuar, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, pada Minggu (2/11/2025).
Acara yang dipusatkan di Aula SDN Gunung Biru ini berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 10.00 WIB dan diikuti antusias oleh peserta dari kalangan pelajar serta tenaga pendidik.
Baca Juga: Dalduk Surade Dorong Pengarusutamaan Program Keluarga Berencana dalam Musrenbangdes Gunungsungging 2025Menurut Dandi Sulaeman, selaku Petugas P2BK Simpenan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program edukasi kebencanaan yang difokuskan pada peningkatan kesadaran serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi gempa bumi dan potensi bencana turunan lainnya.
“Wilayah Loji tergolong rawan longsor. Karena itu, penting bagi masyarakat dan pelajar memahami cara bertindak cepat dan aman saat gempa terjadi. Sosialisasi ini bukan sekadar teori, tapi juga latihan evakuasi agar mereka benar-benar siap,” ungkap Dandi kepada lingkarpena.id, Minggu (2/11/2025).
Selain pemaparan materi tentang penyebab dan dampak gempa bumi, kegiatan ini juga dilengkapi simulasi evakuasi mandiri, di mana para peserta diajarkan langkah-langkah penyelamatan diri secara langsung di lapangan.
Tercatat 40 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 20 siswa laki-laki, 10 siswa perempuan, dan 10 guru serta tutor PKBM Mercusuar.
Baca Juga: PERSIB Tundukkan Bali United 1-0, Andrew Jung Jadi Pahlawan di GianyarKegiatan berjalan lancar dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari P2BK Simpenan, tenaga pendidik, hingga lembaga pendidikan nonformal yang turut berpartisipasi.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Sukabumi berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana semakin meningkat, terutama di wilayah dengan risiko gempa dan longsor tinggi seperti Kecamatan Simpenan.
“Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan,” menjadi pesan penutup dalam kegiatan edukatif tersebut.












