pCAKRAWALAJAMPANG – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menghadiri kegiatan panen padi hasil uji coba varietas unggul di Kampung Batununggul, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kamis (12/02/2026). Panen ini menjadi bagian dari kolaborasi pengembangan varietas padi antara petani setempat dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Baca Juga: Bupati Resmikan Reaktor Biogas dan Solar Dryer House, Menuju Masa Depan Mandiri Energi.
Panen dilakukan di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Tani Jaya, yang menanam beberapa varietas padi unggulan hasil riset IPB, di antaranya IPB 13 S, IPB 15 S, IPB Ngaos Mawar, dan IPB 9 G.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah dan penyuluh pertanian, di antaranya Kabid Deni, Camat Ciracap Iwan Machmudin, Kepala UPTD Pertanian Wilayah Jampangkulon Yayay, Kepala BPP Ciracap Miftah, Kepala BPP Surade Rimawan, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Aep Majmudin menekankan bahwa Sukabumi memiliki posisi penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Kabupaten Sukabumi merupakan kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali. Dalam konteks swasembada pangan, Sukabumi saat ini menjadi daerah dengan produksi terbesar kedua secara nasional,” tegas Aep.
Ia menyebut, kontribusi pertanian Sukabumi tidak hanya ditopang oleh komoditas padi, tetapi juga jagung yang terus berkembang.
“Selain padi, kontribusi jagung Kabupaten Sukabumi di Jawa Barat juga menempati peringkat kedua terbesar,” tambahnya.
Baca Juga: Polres Sukabumi Kota Ungkap 18 Kasus Kejahatan Konvensional dan 13 TKP Narkoba pk
Aep mengapresiasi IPB yang menjadikan wilayah Ciracap sebagai lokasi uji coba varietas padi unggul. Menurutnya, pengembangan benih unggul menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas petani.
“Dari sini akan lahir komoditas padi dengan kualitas unggul dari Ciracap. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, saya mengucapkan terima kasih karena daerah ini dijadikan lokasi uji coba varietas,” ujarnya.
“Mudah-mudahan ke depan bisa meningkatkan produktivitas padi dan mendorong pengembangan komoditas pertanian lainnya,” lanjut Aep.
Sementara itu, Dr. Ahmad, dosen IPB yang terlibat dalam program tersebut, mengatakan kerja sama dengan petani di Sukabumi Selatan telah berjalan sejak lama.
“Kami dari IPB sudah lama berinteraksi dengan petani di wilayah Sukabumi Selatan. Bahkan pada 2016 sampai 2018, lokasi ini menjadi tempat KKN,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga menjalankan arahan kampus untuk terus mendukung masyarakat melalui program pengabdian.
“Kami juga mendapat tugas dari Pak Rektor untuk program pulang kampung,” ungkapnya.
Dr. Ahmad mengaku memiliki ikatan emosional dengan wilayah Sukabumi Selatan karena berasal dari Kecamatan Surade.
“Kebetulan saya asli Surade. Jadi sebagai dosen pulang kampung, kami membawa beberapa varietas IPB untuk diuji produksinya langsung di lokasi kecamatan,” katanya.
Ketua Poktan Tani Jaya, Erus, menyebut panen tersebut menjadi momen penting bagi petani karena hasilnya akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan varietas yang lebih cocok dengan kondisi wilayah Ciracap.
“Hari ini ada empat varietas yang kita panen bersama Pak Kadis, Pak Doktor dari IPB, Pak Kabid, dan Pak Camat. Tadi juga sudah dilakukan pengambilan sampel ubinan, hasilnya nanti akan kami sampaikan,” ujar Erus.
Ia berharap uji coba varietas unggul ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan hasil panen petani di Ciracap dan wilayah sekitarnya, sekaligus menjadi peluang besar dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
“Mudah-mudahan varietas ini benar-benar membawa manfaat bagi petani, terutama untuk meningkatkan hasil panen,” pungkasnya.












