CAKRAWALAJAMPANG – Bau mulut kerap menjadi keluhan yang dialami sebagian umat Muslim saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Kondisi ini umumnya terjadi karena berkurangnya produksi air liur akibat tidak adanya asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama.
Meski demikian, bau mulut selama puasa dapat dicegah dengan menerapkan beberapa kebiasaan sehat. Menjaga kebersihan mulut menjadi langkah utama agar tetap percaya diri saat beraktivitas maupun berinteraksi dengan orang lain.
Salah satu cara efektif adalah menyikat gigi secara rutin, terutama setelah sahur dan sebelum tidur. Selain gigi, lidah juga perlu dibersihkan karena sisa makanan dan bakteri sering menumpuk di area tersebut dan menjadi penyebab utama bau mulut.
Baca Juga: Aksi Perang Sarung Pecah, Polsek Surade Gercep Turun Tangan
Selain itu, disarankan untuk berkumur dengan air atau obat kumur bebas alkohol setelah sahur dan berbuka puasa. Penggunaan obat kumur tanpa alkohol dinilai lebih aman karena tidak menyebabkan mulut semakin kering.
Pola makan saat sahur dan berbuka juga berpengaruh besar terhadap aroma mulut. Menghindari makanan berbau menyengat seperti bawang mentah, durian, atau makanan terlalu pedas dapat membantu mengurangi risiko bau mulut. Sebaliknya, memperbanyak konsumsi buah dan sayur yang kaya serat dapat merangsang produksi air liur secara alami.
Baca Juga: Sri Parcel Sukabumi, Destinasi Andalan Hantaran Idul Fitri dengan Sentuhan Premium
Tidak kalah penting, menjaga asupan cairan saat malam hari, mulai dari berbuka hingga sahur, dapat mencegah dehidrasi yang menjadi salah satu penyebab utama bau mulut saat puasa. Dianjurkan untuk minum air putih secara cukup dan merata sepanjang malam.
Dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat dan menjaga kebersihan mulut, umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan lebih nyaman, segar, dan penuh kepercayaan diri.












