CAKRAWALAJAMPANG – Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmen menjadikan toleransi dan kerukunan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Penegasan ini disampaikan seiring capaian Sukabumi yang menempati posisi pertama kota tertoleran di Jawa Barat dan peringkat keenam tingkat nasional.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Sukabumi Buka Papajarun Fun 5K 2026
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menilai keberagaman yang terjaga mencerminkan kedewasaan sosial sekaligus menjadi modal strategis bagi kemajuan kota.
Menurutnya, stabilitas sosial yang kuat berperan langsung dalam menciptakan rasa aman, kepercayaan publik, serta semangat kebersamaan.
“Kerukunan adalah energi pembangunan. Dari sana lahir rasa aman, kepercayaan, dan optimisme masyarakat,” ujarnya usai menghadiri perayaan Imlek di Vihara Widhi Sakti, Senin malam (16/2/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Kapolres Sukabumi Kota Sentot Kunto Wibowo, jajaran staf ahli, kepala OPD, organisasi lintas agama, serta tamu undangan lainnya.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Sukabumi Buka Papajarun Fun 5K 2026
Ayep menegaskan, Pemkot akan terus memperkuat kebijakan yang mendukung iklim toleransi.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh yakni mendorong Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait toleransi dan kerukunan hidup beragama untuk ditingkatkan statusnya menjadi Peraturan Daerah (Perda).
“Penguatan regulasi penting untuk memastikan keberlanjutan program, termasuk kepastian arah kebijakan dan dukungan anggaran,” jelasnya.
Ia optimistis, kondisi sosial yang harmonis akan berdampak luas terhadap berbagai sektor, mulai dari pertumbuhan ekonomi, kualitas pendidikan, hingga peningkatan investasi daerah.
Selain mempertahankan capaian yang ada, Pemkot Sukabumi juga menargetkan peningkatan posisi dalam indeks toleransi nasional melalui kolaborasi lintas elemen masyarakat.
Di sisi lain, Kapolres Sukabumi Kota, Sentot Kunto Wibowo, memastikan kesiapan jajaran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Kondusivitas wilayah menjadi prioritas. Kami memastikan seluruh aktivitas masyarakat berjalan aman dan tertib,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengamanan kegiatan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi acara.
Kepolisian juga menegaskan komitmennya menjamin rasa aman bagi seluruh warga tanpa membedakan latar belakang, termasuk dalam kegiatan keagamaan dan budaya.












