CAKRAWALAJAMPANG – Pelakasanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi menuai sorotan. Anggota DPRD Kota Sukabumi, Inggu Sudeni, mengungkapkan adanya indikasi penurunan standar kualitas makanan yang diterima siswa.
Legislator dari Partai Keadilan Sejahtera tersebut mengaku menerima sejumlah aduan masyarakat terkait menu MBG, terutama selama bulan Ramadan 1447 H.
Baca Juga: Puncak Klasemen Memanas, Persib dan Persija Saling Tekan
Keluhan yang muncul mencakup aspek kebersihan, kemasan, hingga nilai gizi makanan.
Dalam pernyataannya, Inggu menyoroti ketidaksesuaian antara anggaran per porsi dengan kondisi makanan di lapangan.
Ia meminta pihak pelaksana, termasuk Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG), menjaga kualitas layanan.
“SPPG sudah mendapatkan alokasi per porsi. Hak anak-anak harus tetap utuh, baik dari sisi gizi maupun kelayakan makanan,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Ia juga mengaku telah menerima dokumentasi berupa foto dan video yang menunjukkan kemasan makanan dinilai kurang higienis.
Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi memengaruhi kepercayaan publik terhadap program nasional tersebut.
Baca Juga: Kontroversi Impor 105 Ribu Unit, 1.000 Mobil Lebih Dulu Masuk Priok
Sebagai Ketua Bapemperda di DPRD Kota Sukabumi, Inggu menegaskan pentingnya evaluasi dan pengawasan berkelanjutan agar tujuan utama MBG, yakni pemenuhan gizi siswa, dapat tercapai optimal.
“Program ini sangat baik. Namun kualitas harus dijaga agar manfaatnya benar-benar dirasakan anak-anak,” tegasnya.
Hingga berita ini disusun, masyarakat menantikan langkah konkret dari Pemerintah Kota Sukabumi terkait evaluasi dan penguatan pengawasan pelaksanaan MBG di lapangan.












