Islami

Sambut Ramadhan 1447 H, Ratusan Warga Kampung Jagamukti Surade Gelar Tradisi Papajar Nasi Liwet

×

Sambut Ramadhan 1447 H, Ratusan Warga Kampung Jagamukti Surade Gelar Tradisi Papajar Nasi Liwet

Sebarkan artikel ini

CAKRAWALAJAMPANG – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, ratusan warga Kampung Jagamukti RT 006/002, Desa Jagamukti, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menggelar tradisi papajar atau makan nasi liwet bersama, Jumat (13/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah di areal lapangan yang berada di wilayah RT setempat.

Tradisi papajar ini sudah menjadi kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan warga secara turun-temurun sejak lama. Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga sebelum memasuki bulan penuh berkah.

Baca Juga: Wisuda Ke-16 Universitas Nusa Putra, Sekda” Awal Pengabdian dan Kontribusi Nyata Di Masyarakat”

Sejak siang hari, warga terlihat kompak melakukan persiapan. Mulai dari memasak nasi liwet, menyiapkan berbagai lauk pauk, hingga mengatur lokasi acara dilakukan secara gotong royong. Saat waktu makan tiba, warga duduk berjajar panjang beralaskan daun pisang, menyantap nasi liwet bersama dengan aneka lauk seperti ayam bakar, ikan mas bakar, dan berbagai hidangan lainnya.

Tokoh masyarakat Kampung Jagamukti, Gilang, mengatakan tradisi ini merupakan kebiasaan warga yang selalu dijaga karena memiliki nilai kebersamaan yang kuat.

“Dalam pelaksanaannya warga yang punya diwajibkan memberikan beras 1,5 liter dan uang Rp 20 ribu. Tapi ada juga warga yang memberikan lebih dari itu. Yang penting bukan nilai uangnya, tapi kebersamaannya. Alhamdulillah warga sudah pada hapal karena acara ini sudah rutin dilakukan,” ujar Gilang.

Menurutnya, tradisi papajar menjadi simbol kekompakan warga Kampung Jagamukti. Semua masyarakat tanpa memandang status ekonomi ikut terlibat, baik dalam memberikan kontribusi maupun membantu pelaksanaan acara.

“Papajar atau makan bersama ini sudah dilakukan sejak lama. Hikmahnya jelas ada pada kebersamaan. Kita bisa saling bertemu, saling ngobrol, saling maaf-maafan sebelum Ramadhan,” katanya.

Baca Juga: Wisuda Ke-16 Universitas Nusa Putra, Sekda” Awal Pengabdian dan Kontribusi Nyata Di Masyarakat”

Kegiatan ini pun menjadi bukti kuatnya budaya gotong royong di lingkungan masyarakat. Suasana penuh kekeluargaan terlihat ketika warga saling berbagi makanan dan bercengkerama satu sama lain.

Selain itu, tradisi ini juga didorong oleh peran dua tokoh masyarakat setempat, yakni Dwi dan Gilang. Keduanya dikenal aktif menggerakkan masyarakat agar tradisi tersebut tetap terjaga hingga sekarang. Dwi diketahui merupakan anggota TNI AU, sedangkan Gilang merupakan anggota Polsek Ciracap.

Dengan adanya dukungan dari tokoh masyarakat, kegiatan papajar di Kampung Jagamukti terus berjalan setiap tahunnya dan menjadi agenda yang selalu dinantikan warga.

Warga berharap, tradisi ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, namun juga mampu menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat. Terlebih, menjelang Ramadhan, suasana kebersamaan dinilai sangat penting untuk memperkuat nilai sosial dan spiritual di tengah kehidupan bermasyarakat.

Acara papajar nasi liwet bersama tersebut ditutup dengan doa bersama agar seluruh warga diberikan kesehatan, kelancaran, serta keberkahan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page