CAKRAWALAJAMPANG – Upaya memperkuat fondasi data nasional kembali ditekankan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang digelar Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS), dihadiri lebih dari 1.400 Kepala BPS dan Kepala Dinas Sosial dari seluruh Indonesia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan pemerintah pusat yang menegaskan bahwa akurasi data menjadi pijakan utama dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: BPBD Sukabumi Imbau Kecamatan Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem November 2025
Dalam kesempatan itu, disampaikan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah, seluruh data sosial dan ekonomi masyarakat dihimpun dalam satu platform nasional, yakni Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola BPS. Data terpadu ini menjadi acuan tunggal bagi pemerintah dalam merancang program, termasuk penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
Pejabat yang hadir juga menegaskan pentingnya keseriusan seluruh Kepala Dinas Sosial serta Kepala BPS provinsi dan kabupaten/kota dalam menjaga validitas DTSEN. Penguatan akurasi data dinilai menjadi syarat mutlak agar tidak lagi terjadi kesalahan pendataan maupun warga berhak yang terlewat dari bantuan pemerintah.
Dalam sesi dialog, berbagai tantangan dari daerah terluar dan terpencil turut mengemuka. Perwakilan dari Aceh, Papua, NTT, hingga Sulawesi Utara menyampaikan kendala berupa akses yang sulit, biaya transportasi tinggi, serta keterbatasan untuk menjangkau desa-desa di perbatasan. Meski demikian, para peserta menegaskan komitmen yang sama untuk memastikan data nasional tersusun dengan benar dan menggambarkan kondisi masyarakat secara adil.
Baca Juga: Kabar Mengejutkan, Raisa dan Hamish Daud Resmi Berpisah pada 2025
Presiden Prabowo Subianto melalui perwakilannya menyampaikan penghargaan serta terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja membangun sistem data nasional terpadu. Pemerintah menilai, data akurat menjadi instrumen penting untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Apresiasi pun diberikan kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Kepala BPS yang dinilai berhasil memperkuat sinergi lintas lembaga dalam penyusunan DTSEN, serta kepada seluruh peserta Rakornas yang terus berkomitmen memperkukuh konsistensi data untuk kemajuan Indonesia.












