Kabupaten Sukabumi

Paguyuban JTM Gelar Karang Gantung Green Camp 2026, Dorong Kolaborasi Pesisir Berkelanjutan

×

Paguyuban JTM Gelar Karang Gantung Green Camp 2026, Dorong Kolaborasi Pesisir Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

CAKRAWALAJAMPANG – Paguyuban Jampang Tandang Makalang (JTM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir melalui kegiatan bertajuk Karang Gantung Green Camp 2026. Kegiatan ini akan digelar di kawasan Pantai Karang Gantung, Desa Pasiripis, pada Sabtu malam Minggu, 14 dan 15 Februari 2026.

Program yang mengusung semangat “Save Our Green Belt” ini menjadi salah satu bentuk aksi nyata masyarakat dalam memperkuat kepedulian terhadap kawasan pesisir, khususnya dalam menjaga sabuk hijau (green belt) sebagai benteng alami dari abrasi, gelombang besar, serta ancaman kerusakan ekosistem pantai.

Kegiatan tersebut juga mengangkat tema besar “Kolaborasi untuk Pesisir Berkelanjutan”, yang menekankan pentingnya kerja sama lintas elemen dalam merawat kawasan pantai, mulai dari komunitas, organisasi kepemudaan, relawan lingkungan, hingga masyarakat sekitar.

Baca Juga: Ayep Zaki Dorong Transformasi Puskesmas Jadi BLUD: Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Terganjal Anggaran

Green Camp Jadi Ajang Edukasi dan Aksi Nyata

Karang Gantung Green Camp 2026 dirancang bukan hanya sebagai kegiatan kemah biasa, melainkan menjadi wadah edukasi sekaligus aksi langsung di lapangan. Paguyubab JTM melalui DPAC JTM Desa Pasiripis berupaya menghadirkan kegiatan yang mampu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kelestarian pesisir sebagai ruang hidup masyarakat.

Selain kegiatan kemah dan silaturahmi komunitas, agenda ini juga akan berfokus pada gerakan peduli lingkungan, penataan kawasan pantai, serta kampanye menjaga green belt agar tetap terjaga dari kerusakan akibat aktivitas manusia maupun faktor alam.

Panitia juga menyiapkan sistem informasi kegiatan melalui barcode atau QR Code yang dapat dipindai peserta sebagai akses informasi pendaftaran dan petunjuk teknis kegiatan.

Ketua Umum DPP JTM : Green Belt Adalah Warisan untuk Generasi Mendatang

Ketua Umum DPP Jampang Tandang Makalang (JTM), H.Hendra Permana, S. Sos., M. M, menyampaikan bahwa Karang Gantung Green Camp 2026 menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali kepedulian masyarakat terhadap lingkungan pesisir yang saat ini menghadapi tantangan serius.

Menurutnya, keberadaan sabuk hijau di kawasan pantai harus dipandang sebagai aset strategis yang tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga pada keberlangsungan kehidupan sosial dan ekonomi warga pesisir.

“Kegiatan Karang Gantung Green Camp 2026 ini bukan sekadar agenda seremonial. Ini adalah bentuk panggilan moral bagi kita semua untuk menjaga pesisir sebagai ruang hidup bersama. Green belt itu bukan hanya soal pepohonan, tapi benteng alami yang melindungi pantai dan masyarakat,” ujar H. Hendra, Minggu (8/2/2026).

Ia menegaskan bahwa kawasan pesisir Sukabumi, termasuk Pantai Karang Gantung, memiliki potensi besar sekaligus kerentanan tinggi. Karena itu, diperlukan gerakan bersama yang konsisten agar lingkungan pantai tetap terjaga dan tidak rusak oleh eksploitasi maupun kebiasaan membuang sampah sembarangan.

“Kalau green belt rusak, dampaknya akan panjang. Abrasi makin parah, ekosistem hilang, dan pada akhirnya masyarakat yang paling terdampak. Maka kami mengajak semua pihak untuk hadir, terlibat, dan membangun kolaborasi nyata untuk pesisir berkelanjutan,” tambahnya.

Lebih jauh H. Hendra mengungkapkan kegiatan ” Karang Gantung Green Camp ” diharapkan menjadi titik awal kegiatan peduli lingkungan. Dan kedepannya akan dijadikan kegiatan jangka panjng dengan memberi perhatian serius untuk melakukan penanganan di beberapa titik diantaranya hutan Hanjuang dan Leuweung Hideung.

Baca Juga: Empat Penilik PAUD Wilayah VI Jampangkulon Berganti Tugas, Iksan: Rotasi Bukan Hukuman

Paguyuban JTM Dorong Partisipasi Masyarakat

Hendra juga mengapresiasi langkah DPAC JTM Desa Pasiripis yang terus aktif menginisiasi kegiatan sosial dan lingkungan di wilayahnya. Menurutnya, gerakan seperti ini perlu diperluas agar menjadi budaya yang melekat di masyarakat.

Ia menilai Green Camp dapat menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran lingkungan, terutama di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan lapangan, peserta akan lebih merasakan langsung pentingnya menjaga pantai dan kawasan hijau pesisir.

“Kami dari DPP sangat mendukung penuh kegiatan ini. DPAC Pasiripis telah memberikan contoh bahwa organisasi masyarakat bisa hadir membawa dampak positif. Green Camp ini harus jadi gerakan bersama, bukan hanya gerakan satu kelompok,” katanya.

Kegiatan Terbuka untuk Komunitas dan Relawan

Karang Gantung Green Camp 2026 diproyeksikan menjadi kegiatan terbuka yang dapat diikuti berbagai unsur, baik komunitas lokal, relawan lingkungan, pemuda, maupun masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap alam.

Dengan konsep kolaborasi, panitia berharap kegiatan ini mampu membangun sinergi yang lebih kuat antar elemen masyarakat untuk menjaga pantai tetap bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap citra Pantai Karang Gantung sebagai destinasi wisata alam yang tetap mengedepankan prinsip konservasi.

Harapan Paguyuban JTM untuk Masa Depan Pesisir Sukabumi

Lebih jauh, H. Hendra menegaskan bahwa Karang Gantung Green Camp 2026 bukan kegiatan terakhir, melainkan langkah awal untuk membangun gerakan jangka panjang.

Ia berharap dari kegiatan tersebut akan lahir program lanjutan seperti penanaman vegetasi pantai, kampanye pengurangan sampah plastik, serta penguatan edukasi lingkungan di desa-desa pesisir.

“Pesisir Sukabumi ini kaya, tapi kalau tidak dijaga, kita bisa kehilangan semuanya. Kami berharap Green Camp ini melahirkan kesadaran kolektif dan menjadi pemantik kegiatan berkelanjutan. Karena menjaga alam itu bukan tugas satu hari, tapi tugas sepanjang masa,” tutup H. Hendra

Dengan semangat Save Our Green Belt, Karang Gantung Green Camp 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kepedulian lingkungan, membangun solidaritas komunitas, serta menjaga Pantai Karang Gantung sebagai kawasan pesisir yang lestari dan bermanfaat bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page