CAKRAWALAJAMPANG – Keberadaan Masjid Agung Kota Sukabumi bukan sekadar bangunan ibadah. Masjid ini telah menjadi saksi perjalanan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat Kota Sukabumi selama puluhan tahun.
Berdasarkan catatan sejarah lokal, masjid ini mulai dibangun pada 1935, bertepatan dengan fase perkembangan Sukabumi sebagai pusat administrasi dan perdagangan di wilayah selatan Jawa Barat.
Pada masa awal berdirinya, masjid didirikan dengan arsitektur sederhana khas era kolonial, ditandai dengan atap limasan serta struktur bangunan yang kokoh.
Baca Juga: Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick Up dari India
Di tengah dinamika sosial masa penjajahan, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang musyawarah dan interaksi masyarakat pribumi. Perannya kala itu mencerminkan fungsi masjid sebagai pusat kehidupan sosial umat.
Memasuki periode kemerdekaan, peran Masjid Agung semakin menguat. Selain menjadi lokasi pelaksanaan salat berjamaah, masjid ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan, pengajian, hingga peringatan hari besar Islam.
Dalam berbagai momentum nasional, masjid turut menjadi ruang konsolidasi masyarakat dan tokoh agama.
Seiring pertumbuhan kota dan meningkatnya jumlah jamaah, Masjid Agung mengalami sejumlah renovasi dan perluasan. Pembaruan dilakukan dengan tetap menjaga identitas historisnya.
Tampilan bangunan kini memadukan unsur klasik dengan sentuhan arsitektur modern, dilengkapi fasilitas yang lebih representatif seperti ruang utama yang luas, area wudhu yang memadai, serta sistem tata suara yang lebih baik.
Baca Juga: Pemkot Sukabumi Gandeng KPU, Fokus Perkuat Pemilih Pemula
Setiap bulan Ramadan, masjid ini menjadi pusat aktivitas keagamaan yang semarak. Jamaah memadati area masjid untuk melaksanakan salat Tarawih, iktikaf, hingga mengikuti kajian keislaman.
Berbagai kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan pembagian takjil turut memperkuat fungsi sosial keagamaan masjid.
Hingga kini, Masjid Agung Kota Sukabumi tetap berdiri kokoh di tengah arus modernisasi. Letaknya yang strategis menjadikannya tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga ikon religi dan destinasi wisata sejarah.
Lebih dari sekadar bangunan, Masjid Agung merepresentasikan kesinambungan sejarah dan spiritualitas, sekaligus menjadi simbol kebersamaan masyarakat Sukabumi dari gen












