Nasional

Luhut Sentil Kampus: Jangan Ribut Soal Ijazah, Riset Bawang Putih Dulu

×

Luhut Sentil Kampus: Jangan Ribut Soal Ijazah, Riset Bawang Putih Dulu

Sebarkan artikel ini
Luhut Binsar Pandjaitan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia, Saat Wawancara

CAKRAWALAJAMPANG – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta perguruan tinggi di Indonesia untuk lebih aktif melakukan riset terapan, khususnya dalam upaya meningkatkan produktivitas bawang putih nasional yang hingga kini masih bergantung pada impor.

Luhut menekankan pentingnya pengembangan bibit bawang putih yang lebih produktif dan tahan terhadap perubahan iklim. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab persoalan tersebut melalui riset berbasis kondisi geografis dan karakter tanah di Indonesia.

Baca Juga: Forum Komitmen Keluarga SIGAP Pastikan Keberlanjutan Program Lewat Integrasi dan Kolaborasi

Ia secara khusus mendorong sejumlah perguruan tinggi di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), seperti Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Gadjah Mada (UGM), untuk terlibat langsung dalam penelitian pengembangan bibit bawang putih.

“Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, misalnya, studi tanah-tanah ketinggian seribu meter yang cocok untuk bibit bawang putih,” ujar Luhut.

Dalam pernyataannya, Luhut juga melontarkan kritik kepada kalangan akademisi yang dinilai terlalu larut dalam polemik administratif, sementara tantangan nyata di sektor pangan membutuhkan kontribusi ilmiah yang konkret.

“UGM, jangan soal ijazah melulu aja yang diributin. Kalian bikin studi dong, di mana nih di Jawa Tengah ini tempat kita bisa menanam bawang putih,” kata Luhut.

Baca Juga: Festival Ekplorasi 2025, Wujudkan Ekosistem Pariwisata Yang Kolaboratif dan Inklusif

Ia menilai riset perguruan tinggi seharusnya lebih diarahkan pada pemecahan persoalan strategis nasional, termasuk ketahanan pangan dan pengurangan ketergantungan impor. Menurutnya, kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, dan petani menjadi kunci untuk menghasilkan inovasi yang berdampak langsung.

Dorongan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat. Luhut berharap perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga motor penggerak inovasi dan solusi bagi masalah riil bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page