Dalam amanatnya, Bakang mengajak seluruh siswa untuk memahami pentingnya penerapan nilai-nilai Restorative Justice dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah.
Upacara yang berlangsung di halaman sekolah itu dihadiri Plt. Kepala SMKN 1 Surade, Erip Suratno, S.Kom, beserta jajaran guru, staf tata usaha, dan ratusan siswa.
Baca Juga: Senggolan di Jalan Desa Talagamurni, Dua Pengendara Asal Cilacap Alami Luka SeriusBakang mengungkapkan rasa bangganya dapat berdiri di hadapan para siswa sebagai pembina upacara. Ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar rutinitas belajar, tetapi juga sarana untuk membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan.
“Hidup di era digital penuh tantangan. Konflik dan kesalahpahaman bisa terjadi kapan saja, baik di dunia nyata maupun media sosial,” ujarnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya bersikap bijak dalam menyelesaikan masalah melalui pendekatan Restorative Justice.
Lebih lanjut, Bakang menjelaskan bahwa Restorative Justice adalah pendekatan yang menitikberatkan pada pemulihan hubungan dan tanggung jawab moral, bukan semata-mata pada penghukuman.
“Melalui cara ini, korban diberi ruang untuk didengarkan, pelaku diberi kesempatan memperbaiki kesalahan, dan masyarakat turut berperan mencari solusi bersama,” tuturnya.
Ia mencontohkan penerapan konsep tersebut di lingkungan sekolah, misalnya dalam penyelesaian kasus perundungan atau konflik antarsiswa melalui dialog dan musyawarah.
Menurutnya, pelaku dapat diberikan tugas sosial atau tindakan positif sebagai bentuk tanggung jawab, bukan hanya menerima hukuman.
“Dengan begitu, tumbuh rasa empati, tanggung jawab, dan kesadaran bahwa setiap kesalahan bisa diperbaiki. Inilah makna dari keadilan yang memulihkan,” kata Bakang.
Ia juga berpesan agar para siswa berani menghadapi persoalan dengan kepala dingin, tidak mudah marah, dan tidak mencari jalan pintas.
Baca Juga: Presiden Prabowo Hadiri KTT ke-28 ASEAN–Jepang di Malaysia: Tegaskan Komitmen untuk Perdamaian dan Kemakmuran Kawasan“Restorative Justice memberi kesempatan kedua bagi siapa pun untuk memperbaiki diri. Jadilah generasi muda yang tidak hanya cerdas, tapi juga bijak dan berakhlak,” pesannya.
Sementara itu, Plt. Kepala SMKN 1 Surade, Erip Suratno, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan pesan moral yang disampaikan Kepala Desa Cipeundeuy.
“Terima kasih kepada Pak Kades atas ilmu dan motivasinya. Semoga seluruh siswa dapat mengambil hikmah dari materi yang disampaikan,” pungkasnya.












