Kota Sukabumi

Gaspol Atasi Penyakit Sosial, Pemkot Sukabumi Bangun Ekosistem Berkelanjutan

×

Gaspol Atasi Penyakit Sosial, Pemkot Sukabumi Bangun Ekosistem Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, usai menghadiri kegiatan bakti sosial yang digelar Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Sukabumi di Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, Jumat (27/2/2026). Dok. Istimewa

CAKRAWALAJAMPANG – Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya membangun ekosistem berkelanjutan guna menuntaskan berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat.

Hal itu disampaikan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, usai menghadiri kegiatan bakti sosial yang digelar Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Sukabumi di Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, Jumat (27/2/2026).

Menurut Ayep, penanganan penyakit masyarakat seperti pengangguran, kemiskinan, stunting hingga rumah tidak layak huni tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan pendekatan terintegrasi dan berjangka panjang agar hasilnya terukur dan berkelanjutan.

Baca Juga: Rapat Evaluasi SPPG, Sekda Tekankan Keamanan Pangan Program MBG

“Program ini dirancang berkelanjutan. Kita ingin menyelesaikan persoalan mendasar masyarakat secara bertahap dan terukur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, strategi yang dijalankan terbagi dalam dua jalur, yakni melalui mekanisme pemerintahan dan kolaborasi non-pemerintah. Salah satu langkah konkret yang telah berjalan adalah pemberian beasiswa bagi siswa sekolah dasar.

“Alhamdulillah, setiap bulan kami menyalurkan beasiswa sebesar Rp500 ribu kepada enam siswa SD,” katanya.

Selain itu, Pemkot menggulirkan program pinjaman tanpa bunga (qardul hasan) sebesar Rp250 ribu tanpa potongan, dengan biaya administrasi satu persen. Pada Maret ini, program tersebut menyasar 400 penerima dengan target keseluruhan mencapai 1.600 orang.

Di sektor ketenagakerjaan, ia memastikan Dinas Tenaga Kerja akan merilis laporan rutin setiap bulan terkait penempatan tenaga kerja migran. “Laporan terakhir, sudah ada warga yang diberangkatkan ke luar negeri,” ungkapnya.

Baca Juga: Membanggakan, DPPKB Kabupaten Sukabumi Raih Dua Penghargaan Tingkat Jawa Barat

Seluruh program tersebut, lanjut Ayep, merupakan bagian dari konsep “pohon wakaf” yang diharapkan mampu melahirkan manfaat sosial secara berkesinambungan dan memperkuat ketahanan ekonomi warga.

Sementara itu, Ketua IPSM Kota Sukabumi, Ujang Fahrudin yang akrab disapa Jetli, mengatakan kegiatan bakti sosial kali ini difokuskan untuk membantu anak yatim. Sebanyak 20 anak menerima bantuan dengan total nilai Rp3,5 juta.

“Semoga bisa sedikit meringankan beban mereka, meski kami menyadari bantuan ini belum menjangkau semuanya,” kata Jetli.

Di tempat yang sama, Lurah Baros Neneng Yuliani mengapresiasi kolaborasi tersebut dan berharap program yang digagas Pemkot terus berjalan serta memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami mendukung penuh program wali kota demi kesejahteraan warga,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page