Kota Sukabumi

Evaluasi Sanitasi Dapur MBG, Satgas Soroti Ketahanan Sistem IPAL

×

Evaluasi Sanitasi Dapur MBG, Satgas Soroti Ketahanan Sistem IPAL

Sebarkan artikel ini
Kepala Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan.

CAKRAWALAJAMPANG – Ketahanan sistem sanitasi dapur Program Makan Bergizi Gratis di Kota Sukabumi memasuki tahap evaluasi. Satuan Tugas MBG menilai Instalasi Pengolahan Air Limbah tidak sekadar pelengkap teknis, tetapi menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

Kepala Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menyampaikan hasil pengecekan lapangan menunjukkan seluruh 46 SPPG masih menggunakan IPAL manual atau alami. Pemeriksaan dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi.

Baca Juga: Ketua DPD RI Usulkan Masyarakat Libatkan Dana Zakat dalam Program Makan Bergizi Gratis

Menurut Andri, sistem alami tetap dapat berfungsi. Namun konsistensi pengolahan limbah cair menjadi perhatian utama, terutama ketika volume produksi makanan meningkat. Perubahan kapasitas dinilai berpotensi memengaruhi kinerja IPAL manual jika tidak didukung sistem yang lebih terkendali.

“Yang kami lihat bukan hanya ada atau tidaknya IPAL, tetapi bagaimana efektivitasnya dalam berbagai kondisi operasional,” ujar Andri, Senin (23/2/2026).

Sebagai langkah mitigasi, DLH merekomendasikan peralihan ke IPAL tank. Sistem ini dinilai lebih stabil dalam mengolah limbah cair dan memudahkan pengawasan terhadap pemenuhan baku mutu lingkungan.

Saat ini enam SPPG telah mengganti IPAL alami menjadi IPAL tank. Satgas MBG mendorong percepatan transisi serupa di dapur lainnya guna memperkuat standar sanitasi program.

Baca Juga: Ketua DPD RI Usulkan Masyarakat Libatkan Dana Zakat dalam Program Makan Bergizi Gratis

Penguatan fasilitas tersebut juga selaras dengan arahan Badan Gizi Nasional yang menekankan kepatuhan terhadap standar operasional, termasuk aspek kebersihan dan pengelolaan limbah.

Satgas MBG menegaskan evaluasi akan dilakukan secara berkala. Jika ditemukan ketidaksesuaian, mekanisme penindakan diterapkan bertahap sesuai prosedur. 

“Pendekatannya korektif dan pembinaan. Namun kepatuhan tetap wajib,” tegas Andri.

Melalui pengawasan berkelanjutan, Satgas MBG Kota Sukabumi berharap seluruh SPPG dapat memperkuat sistem sanitasi secara menyeluruh sehingga operasional dapur tetap aman, higienis, dan ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page