CAKRAWALAJAMPANG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi terus berinovasi dalam menekan angka pengangguran. Salah satu strategi yang kini disiapkan adalah penempatan tenaga kerja hingga ke luar negeri.
Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepu Hayat, mengatakan bahwa keterbatasan lahan dan ruang ekspansi industri menjadi tantangan utama pemerintah daerah saat ini.
“Minimnya lahan dan ruang ekspansi industri mendorong pemerintah untuk menyiapkan alternatif penempatan tenaga kerja, baik di wilayah lain di Indonesia maupun ke luar negeri,” ujarnya.
Baca Juga: Sekda Lantik Pengurus DPD FKPQ Kabupaten Sukabumi Masa Bakti 2025-2030
Sebagai langkah konkret, Disnaker tengah menyiapkan program pelatihan dan penempatan tenaga kerja secara terintegrasi. Program tersebut mencakup peningkatan keterampilan, termasuk pelatihan bahasa asing sesuai negara tujuan kerja seperti Korea Selatan dan Jepang.
“Penguasaan bahasa menjadi kunci agar peserta siap bersaing dan bekerja di negara tujuan,” jelas Punjul.
Pendataan calon peserta telah dilakukan melalui kelurahan dan Disnaker. Hingga saat ini, sekitar 500 orang dari tujuh kecamatan telah terdata dan siap mengikuti program tersebut.
Baca Juga: JTM DPC Waluran Hadiri Pelantikan Kades PAW Mekarmukti, Tegaskan Dukungan terhadap Pemerintahan Desa
Dari sisi pendanaan, Pemerintah Kota Sukabumi bekerja sama dengan sejumlah perbankan, salah satunya Bank BJB, yang mengalokasikan dana sekitar Rp45 miliar untuk mendukung pelatihan dan penempatan tenaga kerja. Skema pembiayaan menetapkan bunga pinjaman sebesar 6 persen sesuai ketentuan pemerintah.
Selain dukungan pendanaan, Pemkot Sukabumi juga memanfaatkan aset daerah untuk pengembangan sumber daya manusia. Salah satunya Gedung L3I yang masa sewanya telah berakhir dan akan dialihfungsikan menjadi pusat pelatihan dan pengembangan industri.
“Harapannya, sumber daya manusia Kota Sukabumi semakin siap memenuhi kebutuhan dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun global,” tandasnya.












