Kuliner

Comro: Camilan Khas Sunda dengan Cita Rasa Pedas Gurih

×

Comro: Camilan Khas Sunda dengan Cita Rasa Pedas Gurih

Sebarkan artikel ini

Comro merupakan salah satu jajanan tradisional khas Sunda yang hingga kini masih populer di berbagai daerah di Indonesia, terutama Jawa Barat. Camilan ini terkenal dengan perpaduan teksturnya yang renyah di luar, lembut di dalam, serta rasa pedas gurih dari oncom yang menjadi isiannya.

Apa Itu Comro?

Comro adalah singkatan dari “oncom di jero” yang dalam bahasa Sunda berarti oncom di dalam. Nama ini merujuk langsung pada bentuk makanannya: bola atau lonjong kecil dari singkong parut yang diisi dengan tumisan oncom berbumbu lalu digoreng hingga kecokelatan.

Adonan kulit Comro terbuat dari singkong parut yang dipadatkan, kadang dicampur dengan kelapa parut atau sedikit tepung untuk memperbaiki tekstur. Bagian isinya menggunakan oncom merah produk fermentasi khas Sunda yang ditumis dengan cabai, bawang, daun bawang, dan rempah lain.

Sejarah dan Asal-Usul Comro

Sejarah Comro tidak lepas dari perkembangan makanan rakyat di wilayah Parahyangan, Jawa Barat. Oncom sendiri sudah menjadi bahan pangan populer sejak masa kolonial karena murah, mudah dibuat, dan kaya protein nabati hasil fermentasi.

Beberapa catatan kuliner menyebutkan bahwa Comro mulai dikenal luas pada pertengahan abad ke-20, saat banyak masyarakat Sunda berkreasi dengan singkong sebagai bahan pangan utama. Singkong kala itu menjadi pilihan karena terjangkau dan mudah dibudidayakan, terutama di daerah pedesaan Bandung, Subang, Sumedang, dan sekitarnya.

Untuk menambah variasi rasa, masyarakat kemudian mengisi adonan singkong dengan oncom tumis, menghasilkan camilan baru yang praktis, mengenyangkan, dan cepat dibuat. Kreasi tersebut berkembang dari dapur rumahan hingga akhirnya dijajakan di pasar tradisional, warung, dan pedagang kaki lima. Dari sinilah Comro menjadi warisan kuliner khas Jawa Barat.

Evolusi dan Variasi Comro

Seiring waktu, Comro mengalami banyak inovasi, di antaranya:

  1. Comro Kering / Comro Mini

Ukuran lebih kecil dan renyah, sering dijadikan camilan pengganti keripik.

  1. Comro Isi Cita Rasa Modern

Ada yang menambahkan keju, sosis, abon, atau cabai rawit utuh di tengahnya.

  1. Comro Panggang

Versi lebih sehat tanpa minyak, dibuat dengan dipanggang tetapi tetap mempertahankan rasa oncomnya.

  1. Misro

Mirip Comro namun berisi gula merah sehingga rasanya manis. Nama “misro” berasal dari amis di jero (manis di dalam).

Makna Kultural Comro

Comro bukan hanya sekadar camilan. Ia mewakili kreativitas masakan Sunda yang memaksimalkan bahan lokal dan memadukannya dengan fermentasi tradisional. Oncom sebagai bahan utama juga mencerminkan budaya pangan yang ramah lingkungan karena memanfaatkan hasil sampingan produksi tahu atau tempe.

Hingga kini, Comro tetap menjadi ikon kuliner Jawa Barat dan sering hadir dalam acara keluarga, arisan, hingga festival makanan tradisional.

Comro adalah contoh sempurna bagaimana bahan sederhana seperti singkong dan oncom bisa diolah menjadi hidangan lezat yang melekat dalam budaya masyarakat. Dengan cita rasa pedas gurih dan sejarah yang berakar di tanah Sunda, Comro akan selalu menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page