CAKRAWALAJAMPANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat. Berdasarkan pembaruan data Kamis (6/11/2025) pukul 11.50 WIB, wilayah Sukabumi diprediksi diguyur hujan berintensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai kilat dan angin kencang.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan dan Pemberdayaan sebagai Kunci Pengentasan KemiskinanKepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Sukabumi menyebutkan, cuaca ekstrem berpotensi terjadi mulai pukul 12.00 hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Beberapa wilayah yang termasuk zona rawan di antaranya Pelabuhanratu, Simpenan, Bantargadung, Cisolok, Lengkong, Jampang Tengah, Warungkiara, Nagrak, Parungkuda, dan Cicurug.
“Potensi hujan deras bisa berkembang meluas ke kecamatan lain di wilayah tengah dan selatan Sukabumi. Masyarakat kami imbau tetap waspada dan tidak panik,” ujar tim Pusdalops BPBD Sukabumi dalam rilis resminya.
Selain wilayah pesisir dan pegunungan, sejumlah kecamatan seperti Cibadak, Bojonggenteng, Parakansalak, Cidahu, Kalapanunggal, serta daerah selatan seperti Waluran, Jampang Kulon, dan Ciemas juga disebut berpotensi terdampak hujan intensitas tinggi.
BPBD menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi cuaca ekstrem. Warga diminta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat, tidak berteduh di bawah pohon atau tiang listrik, dan menghindari penggunaan perangkat elektronik saat terjadi petir.
“Kenali lingkungan sekitar yang berpotensi longsor atau banjir. Jika sedang berkendara dan hujan turun dengan intensitas tinggi, segera menepi di tempat aman,” imbuhnya.
Pusdalops juga meminta masyarakat menyimpan kontak darurat instansi penanggulangan bencana seperti BPBD, Damkar, dan Basarnas untuk memudahkan koordinasi jika terjadi keadaan darurat.
Baca Juga: Kandang Ayam di Desa Cikembar Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta RupiahTim Regu Piket Pusdalops BPBD Sukabumi yang bertugas, terdiri dari Unit Data Informasi—Rafik Farizka Mubarik dan Muh. Maulana Farhan—serta Unit Reaksi Cepat yang beranggotakan Rickman Sanjaya Kartawidja, Beki Supriatna, Ahmad Nurjaman, dan Aldi Hikmatyar.
Melalui imbauannya, BPBD menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat merupakan kunci utama dalam mengurangi risiko bencana.
“Kita jaga alam, alam jaga kita,” tulis Pusdalops dalam penutup rilisnya.
Informasi terkini mengenai cuaca dan potensi bencana dapat diakses melalui laman resmi BMKG di https://nowcasting.bmkg.go.id serta situs BPBD Kabupaten Sukabumi di https://bpbd.sukabumikab.go.id.












