CAKRAWALAJAMPANG – Kinerja PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) pada awal tahun 2026 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga Februari 2026, perusahaan penjaminan yang berada di bawah holding Indonesia Financial Group (IFG) ini mencatat total volume penjaminan sebesar Rp27,68 triliun dengan jumlah debitur yang dijamin mencapai 403.986 pelaku usaha.
Aktivitas penjaminan tersebut tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas. Secara keseluruhan, penjaminan yang dilakukan Jamkrindo turut menopang keberlangsungan usaha yang mampu menyerap sekitar 1.829.948 tenaga kerja.
Baca Juga: Bazar Ramadhan TNI Serentak, Sediakan Sembako Terjangkau dan Ruang UMKM
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Jaminan Kredit Indonesia, Abdul Bari, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti konsistensi Jamkrindo dalam memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Melalui layanan penjaminan, Jamkrindo berupaya membantu pelaku usaha memperoleh dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan sehingga bisnis mereka dapat berkembang,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, selain mengejar pertumbuhan bisnis, Jamkrindo juga terus melakukan pembenahan internal guna meningkatkan kualitas layanan kepada mitra lembaga keuangan dan pelaku usaha.
Hal ini dilakukan melalui penyempurnaan proses bisnis, peningkatan kapasitas layanan penjaminan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mempercepat proses layanan.
Jamkrindo juga memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik melalui penguatan manajemen risiko dan kepatuhan.
Implementasi prinsip good corporate governance terus ditingkatkan agar seluruh kegiatan perusahaan berjalan secara transparan, profesional, dan akuntabel.
Abdul Bari menegaskan bahwa keberhasilan Jamkrindo tidak hanya diukur dari capaian angka bisnis semata, tetapi juga dari dampak yang dirasakan oleh para pelaku usaha yang memperoleh dukungan penjaminan.
Baca Juga: Bupati Dukung Operasi ketupat Lodaya, Wujudkan Mudik Aman Nyaman dan Selamat
Salah satu contoh nyata dampak program tersebut terlihat dari perjalanan usaha milik Narista Hastarini di Semarang.
Narista mengembangkan usaha kuliner bernama GBOB Snack and Catering yang bermula dari bisnis rumahan pada masa pandemi.
Awalnya, usaha dessert yang fokus pada produk mille crepes itu menghadapi kendala keterbatasan modal serta belum memiliki kesiapan untuk mengakses pembiayaan dari perbankan.
Melalui program pendampingan Jamkrindo, Narista mendapatkan bantuan modal melalui Program Pinjaman Kemitraan senilai Rp20 juta yang dimanfaatkan untuk meningkatkan fasilitas dapur produksi dan melengkapi peralatan usaha.
Selain dukungan permodalan, Jamkrindo juga memberikan pembinaan berkelanjutan berupa pelatihan manajemen usaha, pengelolaan produksi, keamanan pangan, hingga strategi pemasaran digital. Pendampingan tersebut membantu usaha Narista berkembang dan mampu menyesuaikan diri dengan tren pasar.
Perkembangan usaha tersebut berlanjut pada tahun 2025 ketika Narista berhasil memperoleh fasilitas Kredit Usaha Rakyat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan penjaminan dari Jamkrindo.
Akses pembiayaan ini memungkinkan usahanya memperluas skala produksi dan meningkatkan kapasitas bisnis.
Selain membantu pelaku UMKM, Jamkrindo juga berperan dalam mendukung pelaku usaha yang terlibat dalam proyek pembangunan, khususnya di sektor konstruksi. Dalam industri ini, keberadaan jaminan sangat penting untuk memenuhi persyaratan tender serta meningkatkan kepercayaan pemberi kerja.
Direktur PT Valentara Sarana Raya, Triyanto Dwi Hastanto, menyebutkan bahwa layanan Jamkrindo telah membantu perusahaannya dalam mendukung partisipasi pada berbagai proyek infrastruktur.
Perusahaan tersebut bergerak dalam pembangunan berbagai infrastruktur sipil seperti jembatan, jalan layang, fly over, dan underpass.
Menurut Triyanto, dalam beberapa tahun terakhir perusahaannya memanfaatkan sejumlah produk penjaminan Jamkrindo, di antaranya surety bond dan kontra bank garansi. Produk tersebut mempermudah perusahaan dalam memenuhi persyaratan jaminan proyek sekaligus meningkatkan kredibilitas di mata mitra kerja.
Ia menilai pelayanan Jamkrindo cukup responsif dan mampu memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh perusahaan konstruksi dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.
Ke depan, Jamkrindo berkomitmen untuk terus memperkuat peran sebagai perusahaan penjaminan yang mendorong kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.












