CAKRAWALAJAMPANG – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Palabuhanratu kembali memicu terjadinya pergerakan tanah susulan. Kejadian tersebut terjadi di Kampung Nyalindung RT 007/RW 003, Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, pergerakan tanah tersebut mengakibatkan dua rumah warga terdampak. Kerusakan paling parah terjadi pada bagian belakang bangunan, di mana dinding rumah dilaporkan ambruk.
Baca Juga: Reses di Ujunggenteng, Dadang Hermawan Fokus Serap Aspirasi Sektor Kelautan
Dalam laporan tersebut, tercatat sebanyak 2 Kepala Keluarga (KK) dengan 7 jiwa terdampak akibat peristiwa itu. Meski demikian, belum dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Koordinator Dalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah pemantauan sejak awal, termasuk koordinasi dengan petugas kebencanaan di wilayah.
“Kami terus memantau perkembangan situasi di lokasi dan menginventarisir dampak yang ditimbulkan,” ujar Daeng Sutisna.
Ia menambahkan, BPBD Kabupaten Sukabumi secara rutin melakukan monitoring potensi bencana melalui jaringan P2BK di setiap kecamatan serta memanfaatkan sistem informasi kebencanaan dan komunikasi cepat.
Dalam laporan harian yang disampaikan pada pukul 21.00 WIB, kondisi cuaca Kabupaten Sukabumi terpantau berawan tebal. Suhu udara tercatat 22 derajat celcius, kelembaban mencapai 94 persen, arah angin bertiup dari utara, dengan kecepatan sekitar 1,6 km/jam.
Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi juga melaksanakan berbagai kegiatan pemantauan wilayah melalui WAG P2BK se-Kabupaten Sukabumi, pemantauan media sosial, serta komunikasi menggunakan frekuensi Radio Ratel I 164.365 link Perbawati.
Baca Juga: MAD Bumdesma Jembar Jampangkulon: Laporan Tahunan, Tapi Dampak Nyata Jadi Sorotan
Selain itu, pengamatan daerah rawan bencana dilakukan melalui aplikasi resmi BNPB seperti InaRisk, InaSafe, dan InaWare, serta penyebaran informasi peringatan dini cuaca dan gempa melalui WAG Prakiraan Cuaca Jabar, BMKG Region II Tangerang, aplikasi Info BMKG, serta perangkat Warning Receiver System (WRS) New Gen.
BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dan pergerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika terjadi hujan lebat dan kondisi tanah mulai retak atau labil.
Adapun petugas piket Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi pada Kamis malam terdiri dari Baetal Ma’mur (Koordinator), Norman Suryana (Datin), Yosef Ramdani (URC), Hendra Gunawan (URC), Alfan M. Zulki (URC), dan Yanto Prayitno (URC).
BPBD memastikan pendataan dan rekapitulasi kejadian bencana terus dilakukan sebagai dasar langkah penanganan lebih lanjut, serta untuk memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi terdampak.












