Kabupaten Sukabumi

Pemerintah Dorong MBG 3B sebagai Fondasi SDM Berkualitas

×

Pemerintah Dorong MBG 3B sebagai Fondasi SDM Berkualitas

Sebarkan artikel ini

CAKRAWALAJAMPANG – Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Sukabumi terus diperkuat melalui pendekatan berbasis keluarga. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B yang dirangkaikan dengan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI/Kepala BKKBN, Wihaji, dan Bupati Sukabumi H Asep Japar di Kecamatan Kabandungan.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang konsolidasi kader, tetapi juga memperlihatkan peran strategis para pendamping keluarga yang selama ini bekerja langsung di lapangan. Para kader menjadi penghubung utama antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil keluarga, khususnya ibu hamil, baduta, dan balita yang masuk kategori rawan stunting.

Baca Juga: ‎Usai Digeruduk Mahasiswa, Bina Marga Jabar Wilayah II Janji Evaluasi Proyek Ruas Jalan Provinsi

Menteri Wihaji menekankan bahwa keberhasilan penurunan stunting sangat ditentukan oleh kekuatan pendampingan keluarga. Ia menyebut masih adanya tantangan seperti pernikahan usia dini, pola asuh yang belum optimal, serta keterbatasan sanitasi dan air bersih yang berdampak langsung pada tumbuh kembang anak.

“Program gizi harus dibarengi perubahan perilaku dan kesadaran keluarga. Di sinilah peran kader menjadi sangat krusial,” ujarnya.

Bupati Sukabumi H Asep Japar mengapresiasi dedikasi para kader TPK yang menjadi garda terdepan program MBG 3B. Menurutnya, kader bukan hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan edukasi gizi dan pola hidup sehat dipahami oleh keluarga penerima manfaat.

“Para kader ini adalah pahlawan di tingkat keluarga. Mereka memastikan bantuan pemerintah benar-benar membawa perubahan,” kata Bupati.

Baca Juga: Sebanyak 177 Personel, di Tes Urine langsung oleh Kapolres Sukabumi Hasilnya Negatif

Ia menegaskan bahwa MBG 3B merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul. Pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita dinilai sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke keluarga rawan stunting dan peninjauan rumah tidak layak huni di Kampung Cikubang, Desa Kabandungan, serta Kampung Kaladi 1, Desa Tugu Bandung. Kunjungan ini menjadi sarana evaluasi langsung kondisi sosial dan lingkungan keluarga penerima program.

Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang, menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Dengan sinergi yang solid, ia optimistis pelaksanaan MBG 3B dan program pendukung lainnya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Pendampingan yang konsisten akan membawa perubahan nyata bagi keluarga dan anak-anak Sukabumi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page