CAKRAWALAJAMPANG – Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi melaksanakan kegiatan pelepasliaran atau restocking ikan nilem di aliran Sungai Cibarehong, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Selasa (25/11/2025).
Kegiatan ini merupakan upaya pelestarian ekosistem sungai sekaligus meningkatkan ketersediaan ikan konsumsi bagi masyarakat. Turut hadir Subkoor Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tangkap, Analis Sumber Daya Ikan, perangkat Desa Cipeundeuy, serta warga setempat.
Sebelum penebaran, Dinas Perikanan menyerahkan secara simbolis bibit ikan kepada pemerintah desa. Penyerahan dilakukan oleh Kabid Perikanan Kabupaten Sukabumi, Susanti, dan diterima langsung oleh Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’Adi, didampingi Kasi Perencanaan Desa, Entang atau Memen.
Baca Juga: Lima Proyek Strategis Kereta Api Resmi Dicanangkan Gubernur JabarSebanyak 10.000 ekor benih ikan nilem dibagikan ke dalam 25 kantong dan ditebar di tiga titik: Sungai Cibarehong, Sungai Cipamarangan, dan irigasi Ciharashas.
Ikan nilem merupakan ikan lokal yang tumbuh baik di perairan umum berarus jernih. Selain bernilai ekonomis, ikan ini digemari masyarakat dan dapat mendukung pemenuhan gizi sehingga sejalan dengan program penurunan angka stunting di Kabupaten Sukabumi.
Dinas Perikanan mengajak masyarakat menjaga keberlanjutan populasi ikan dengan tidak membuang sampah ke sungai, tidak menggunakan alat tangkap berbahaya seperti setrum dan racun, serta bersama-sama mencegah potensi pencemaran limbah.
Susanti juga mendorong pemerintah desa menyusun Peraturan Desa (Perdes) tentang pengelolaan perairan sebagai tindak lanjut dari Perda Kabupaten Sukabumi Nomor 1 Tahun 2023.
Baca Juga: HUT ke-80 PGRI, Camat Jampangkulon Ajak Guru Terus Menguatkan PendidikanKepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’Adi, menyampaikan terima kasih atas bantuan benih ikan tersebut. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal pelestarian ikan di wilayahnya dan bantuan serupa dapat terus bertambah di masa mendatang.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penangkapan ikan secara destruktif. Menurutnya, benih yang ditebar perlu diberi kesempatan tumbuh dan berkembang biak sebelum dimanfaatkan melalui aktivitas memancing.
Bakang berharap restocking ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan pemenuhan gizi keluarga dan menjaga kelestarian sungai.












