Internasional

Iran Sita Kapal Tanker di Selat Hormuz, Tegangan Maritim Kembali Meningkat

×

Iran Sita Kapal Tanker di Selat Hormuz, Tegangan Maritim Kembali Meningkat

Sebarkan artikel ini
Image: Ilustrasi Kapal Tanker Sedang Bersandar

CAKRAWALAJAMPANG – Ketegangan di kawasan Teluk kembali memanas setelah Iran mengonfirmasi penyitaan sebuah kapal tanker minyak berbendera Kepulauan Marshall bernama Talara di Selat Hormuz, Sabtu (15/11/2025). Kapal yang membawa sekitar 30.000 ton produk petrokimia itu dicegat saat dalam perjalanan menuju Singapura.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut penyitaan dilakukan berdasarkan perintah pengadilan Iran dan menuduh kapal tersebut membawa muatan ilegal. Tiga perahu cepat milik IRGC dilaporkan terlibat dalam operasi penghentian dan pengamanan kapal sebelum dialihkan ke perairan Iran untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga: Detik-Detik Dua Pemancing Terseret Ombak di Pantai Cikeueus Terekam Video

“Penyitaan ini merupakan langkah untuk melindungi kepentingan nasional Iran,” Ungkap IRGC dalam unggahan resminya.

Sementara itu, sebuah pesawat pengintai milik Amerika Serikat, MQ-4C Triton, diketahui memantau area tersebut sebelum dan saat penyitaan berlangsung. Kondisi ini semakin memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia tersebut.

Perusahaan Columbia Shipmanagement yang mengelola Talara menyatakan telah kehilangan kontak dengan kapal dan para awaknya sejak insiden terjadi. “Kami tengah berupaya berkoordinasi dengan otoritas internasional untuk memastikan keselamatan kapal beserta kru,” Dikutip dari Unggahan perusahaan tersebut.

Baca Juga: Ribuan Warga Meriahkan Fun Walk, Fun Bike dan Fun Aerobic Di lapang Cangehgar

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui juru bicara resminya menyerukan agar Iran segera melepaskan kapal tersebut dan menghormati hukum internasional terkait kebebasan navigasi di perairan internasional.

Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan maritim di Selat Hormuz, jalur vital yang menampung sekitar sepertiga perdagangan minyak dunia. Para analis memperingatkan bahwa aksi penyitaan ini dapat berpengaruh pada stabilitas pasokan energi global serta meningkatkan risiko konflik di kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page