CAKRAWALAJAMPANG – Suara deru motor terdengar bersahutan di sepanjang jalur menuju pesisir Palabuhanratu, Jumat pagi itu (7/11/2025). Bukan sekadar konvoi biasa rombongan itu membawa semangat kemanusiaan. Mereka adalah para jurnalis dan relawan sosial yang tergabung dalam Pers Mobile Community (PMC), bergerak menuju Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, wilayah yang baru saja dilanda bencana alam.
Dengan mengusung tema “Riding for Humanity Satu Aspal, Satu Aksi,” tim ini memadukan semangat solidaritas dan kebersamaan di jalanan. Berbagai elemen turut ambil bagian, mulai dari PWI Kabupaten Bogor, PWI Peduli Kabupaten Bogor dan Sukabumi, Tim Peduli Kemanusiaan (PEKA) PWI Kota Bogor, SMSI, Eiger, Indonesia Care, Klinik dr. Suhendra, BAZNAS, hingga PT AKB.
Di tengah kesibukan persiapan di Penginapan Bunga Ayu, Citepus, Billy Adhiyaksa, Presiden PMC, tampak mengatur jalannya kegiatan dengan penuh semangat. Ia mengaku, aksi ini sebenarnya lahir dari gagasan spontan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Lantik Keanggotaan Komisi Percepatan Reformasi Polri
“Kami hanya punya waktu sekitar seminggu untuk menyiapkan semuanya. Tapi luar biasa, dukungan datang dari mana-mana. Alhamdulillah, kami bisa turun langsung membantu warga Cisolok yang terdampak banjir,” ujar Billy dengan mata berbinar.
Setiba di lokasi, pemandangan yang tersisa dari bencana masih jelas terlihat. Rumah-rumah warga tampak belum sepenuhnya pulih, beberapa perabot rusak, dan sisa lumpur masih mengering di pekarangan. Namun di tengah suasana itu, hadirnya rombongan PMC membawa semangat baru.
Para relawan dan insan pers bekerja sama menyalurkan bantuan peralatan rumah tangga, membuka dapur umum, serta mendirikan posko kesehatan di dua titik pelosok desa. Menurut hasil asesmen bersama pemerintah desa, lebih dari 150 kepala keluarga (KK) menerima manfaat dari kegiatan tersebut—mulai dari layanan kesehatan hingga bantuan logistik dasar.
“Ini bukan sekadar perjalanan, tapi bentuk kepedulian lintas wilayah. Kami sudah beberapa kali mengadakan aksi kemanusiaan di Bogor, dan kini giliran Cisolok yang kami datangi,” tutur Billy dengan nada mantap.
Baca Juga: Kementerian Pertahanan Gelar Final Planning Conference ASEAN–U.S. Maritime Exercise ke-2 di Batam
Kegiatan ini bukan hanya tentang bantuan fisik, tetapi juga tentang rasa tentang jurnalis dan komunitas sosial yang memilih turun tangan, bukan sekadar menulis berita.
Ariswanto, Ketua PWI Peduli Kabupaten Sukabumi, menilai aksi ini sebagai cerminan kuat solidaritas insan pers.
“Teman-teman ini datang dengan hati. Mereka membawa empati dan tanggung jawab sosial. Kami berterima kasih karena kepedulian seperti ini mampu mempererat silaturahmi dan menggugah kesadaran banyak pihak,” ucap Aris penuh haru.
Baca Juga: Pemerintah Sampaikan Keprihatinan dan Instruksikan Penanganan Cepat Korban Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta
Ia menambahkan, sejak status pemulihan bencana Cisolok ditetapkan oleh Bupati Sukabumi, kondisi masyarakat mulai berangsur membaik. Namun, dukungan dari luar daerah seperti ini menjadi energi tambahan bagi warga untuk bangkit.
“Kami berharap semangat kemanusiaan ini terus hidup, menjadi bagian dari gerakan sosial yang tak mengenal batas,” ujarnya menutup percakapan.
Di penghujung sore, konvoi motor PMC kembali menyusuri jalan berkelok Cisolok–Palabuhanratu. Langit mulai memerah, meninggalkan jejak lelah sekaligus kepuasan di wajah para relawan. Bagi mereka, perjalanan kali ini bukan sekadar aksi tetapi bukti bahwa di setiap kilometer yang dilalui, ada pesan kemanusiaan yang terus mengalir: satu aspal, satu hati, satu aksi untuk sesama.












