CAKRAWALAJAMPANG – Zohran Mamdani secara resmi dilantik sebagai Wali Kota New York City pada Kamis dini hari (waktu setempat), menorehkan sejarah baru bagi pemerintahan kota terbesar di Amerika Serikat. Ia menjadi Muslim pertama, pemimpin keturunan Asia Selatan, dan yang lahir di Afrika yang memegang jabatan ini.
Upacara pelantikan pertama berlangsung dalam suatu seremoni pribadi tepat setelah tengah malam di stasiun kereta bawah tanah City Hall yang sudah tidak aktif, sebuah situs bersejarah di Manhattan, sebagai simbol kuat hubungan kota dengan jaringan transportasi publiknya. Dalam momen itu, Mamdani mengucapkan sumpah jabatan dengan meletakkan tangan di atas Al-Qur’an, sebuah kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah New York City.
Baca Juga: Sandang Pangkat Baru, Puluhan Personel Polres Sukabumi Kota Jalani Tradisi Naik Pangkat
Pelantikan publik kemudian dilangsungkan di luar Balai Kota (City Hall) dengan dipandu oleh Senator independen Vermont, Bernie Sanders, di hadapan ribuan pendukung, pejabat kota, dan keluarga Mamdani. Ia menegaskan janji-janjinya kepada warga New York sebagai pemimpin yang inklusif, mengatakan:

“Jika kamu adalah seorang New Yorker, aku adalah wali kotamu. Terlepas dari apakah kita setuju atau tidak, aku akan melindungimu, merayakan bersamamu, dan tidak akan berpaling darimu.” Ujar Zohran Saat Upacara pelantikan. di kutip NYC Mayor’s Office
Mamdani, 34 tahun, sebelumnya memenangkan pemilihan wali kota pada 4 November 2025, mengalahkan calon dari Partai Republik dan mantan gubernur negara bagian dalam perlombaan erat yang mencerminkan dorongan kuat dari pemilih pada isu-isu kesejahteraan sosial, keterjangkauan biaya hidup, dan pelayanan publik.
Baca Juga: Polres Sukabumi Kota Ungkap 131 Kasus Narkoba Sepanjang 2025
Lahir di Kampala, Uganda, dari orang tua keturunan India, Mamdani pindah ke New York saat berusia tujuh tahun dan menjadi warga negara AS pada 2018. Sebelum menjabat wali kota, ia pernah menjadi anggota New York State Assembly dan dikenal sebagai sosialis demokrat yang vokal.
Pelantikannya dipandang sebagai momen bersejarah yang mencerminkan keragaman New York dan dorongan masyarakat untuk perwakilan politik yang lebih inklusif, sekaligus menandai generasi kepemimpinan baru di kota yang selama ini dikenal sebagai melting pot global.












