Berita UtamaNasional

Yayasan Buddha Tzu Chi Bangun 1.000 Huntap untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

×

Yayasan Buddha Tzu Chi Bangun 1.000 Huntap untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

Sebarkan artikel ini

CAKRAWALAJAMPANG – Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia memberikan bantuan sebanyak 1.000 unit rumah hunian tetap (huntap) bagi masyarakat korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh.

Dikutip dari Antaranews.com, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, mengatakan bantuan tersebut difokuskan untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Tamiang.

“Bantuan ini merupakan tahap awal pemulihan pascabencana bagi masyarakat yang terdampak banjir dan longsor,” ujar M Nasir di Banda Aceh, Rabu, usai mengikuti rapat video konferensi bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM, pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat, serta Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Baca Juga: Pemkot Sukabumi Siapkan Panggung Besar bagi Pemuda untuk Ambil Peran Strategis

M Nasir menjelaskan, dari total 1.000 unit hunian tetap yang akan dibangun, sebanyak 722 unit dialokasikan untuk korban bencana di Aceh Utara, sementara 278 unit lainnya diperuntukkan bagi masyarakat terdampak di Aceh Tamiang.

Ia menyebutkan, Pemerintah Aceh akan menyiapkan lahan untuk pembangunan huntap tersebut. Selain pembangunan rumah, hunian tetap itu juga akan dilengkapi dengan infrastruktur pendukung seperti akses jalan, jaringan listrik, serta ketersediaan air bersih yang layak.

“Pemerintah berkomitmen menyediakan lahan dan fasilitas pendukung agar masyarakat korban bencana dapat segera menempati hunian yang aman dan nyaman,” katanya.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Sukabumi Turun Langsung Susur Sungai, Fokus Cegah Banjir dan Longsor

M Nasir menambahkan, meskipun pembangunan 1.000 unit huntap ini merupakan tahap awal, pihaknya menyambut baik bantuan tersebut dan mendorong seluruh pihak terkait untuk mempercepat proses pembangunan.

Ia berharap, masyarakat terdampak yang saat ini sangat membutuhkan tempat tinggal dapat segera menempati hunian tetap, sehingga proses pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi dapat berjalan lebih cepat.

“Sisa kebutuhan hunian tetap untuk daerah terdampak lainnya akan dibangun melalui APBN maupun dukungan lembaga lainnya,” pungkas M Nasir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page