Kota Sukabumi

Sukabumi Teladan Nasional, Raih Insentif Rp5,5 Miliar Berkat Keberhasilan Tekan Stunting

×

Sukabumi Teladan Nasional, Raih Insentif Rp5,5 Miliar Berkat Keberhasilan Tekan Stunting

Sebarkan artikel ini

CAKRAWALAJAMPANG – Di tengah tantangan pembangunan sumber daya manusia, Kota Sukabumi justru hadir dengan kabar baik. Kota kecil di selatan Jawa Barat ini berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan dari 26,4 persen menjadi 19,2 persen dalam waktu singkat.

Atas capaian tersebut, pemerintah pusat memberikan insentif fiskal sebesar Rp5,5 miliar sebagai bentuk apresiasi atas kinerja luar biasa dalam percepatan penurunan stunting.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Baca Juga: Bobibos, Inovasi Bahan Bakar dari Jerami Karya Anak Bangsa Siap Diuji untuk Produksi Massal

Di balik penghargaan ini, tersimpan kerja panjang, kolaborasi lintas sektor, serta semangat gotong royong yang tumbuh di setiap sudut Kota Sukabumi.

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar soal angka, melainkan wujud nyata kepedulian kolektif masyarakat terhadap masa depan generasi muda.

“Kunci keberhasilan kami adalah kebersamaan. Pemerintah hanya menjadi fasilitator, tetapi penggeraknya adalah masyarakat, para kader Posyandu, dan tenaga kesehatan yang bekerja tanpa pamrih,” ujarnya.

Menurut Zaki, Pemkot Sukabumi kini fokus memperkuat program pencegahan stunting berbasis keluarga, melalui edukasi gizi, perbaikan sanitasi, serta peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak hingga ke tingkat kelurahan.

“Kami ingin setiap anak di Sukabumi lahir sehat, tumbuh kuat, dan memiliki masa depan cerah. Inilah investasi jangka panjang bagi kota ini,” tambahnya.

Dari tingkat nasional, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai capaian daerah seperti Sukabumi menjadi bukti bahwa strategi kolaboratif pemerintah mulai membuahkan hasil. Ia menyebut tahun 2024 sebagai titik balik penting, ketika angka stunting nasional untuk pertama kalinya sejak 2013 berhasil turun di bawah 20 persen.

“Penurunan hingga 19 persen adalah bukti bahwa pendekatan berbasis daerah efektif. Kota Sukabumi menjadi contoh bahwa komitmen dan konsistensi dapat menghasilkan perubahan nyata,” kata Budi.

Sementara itu, Kepala BKKBN Wihaji menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari dunia usaha, akademisi, hingga lembaga sosial.

Baca Juga: Prabowo Putuskan Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Sekolah, Tandai Era Baru Hubungan Indonesia–Brasil

“Keberhasilan daerah seperti Sukabumi menjadi inspirasi dalam penerapan RPJMN 2025–2029 dan visi Indonesia Emas 2045. Penurunan stunting bukan sekadar angka statistik, tetapi cermin kualitas masa depan bangsa,” tegasnya.

Dalam arahannya, Wapres Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi kepala daerah yang mampu menampilkan hasil konkret di lapangan.

“Program ini berhasil karena ada sinergi nyata antara pusat dan daerah, antara pemerintah dan masyarakat. Semua bergerak dengan tujuan yang sama — menyiapkan generasi Indonesia yang sehat dan unggul,” ujar Gibran.

Kini, keberhasilan Kota Sukabumi bukan hanya menjadi catatan prestasi, tetapi juga pesan optimisme: bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page