CAKRAWALAJAMPANG – Pada tengah malam Jumat (14 November 2025), wilayah ibukota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran serangan udara besar yang dilancarkan oleh pasukan Rusia. Menurut pernyataan resmi Volodymyr Zelenskyy, serangan tersebut melibatkan sekitar 430 drone dan 18 misil yang diluncurkan secara bersamaan sebagai bagian dari satu operasi masif.
-
- Setidaknya 6 orang tewas di Kyiv, dengan puluhan lainnya terluka—termasuk anak-anak dan seorang wanita hamil.
-
- Sembilan distrik ibu kota dilaporkan mengalami kerusakan akibat puing‐puing jatuh, kebakaran, dan infrastruktur yang rusak: blok apartemen tinggi, sekolah, fasilitas medis, jaringan pemanas dan listrik.
-
- Wilayah lain seperti Chornomorsk di selatan Ukraina juga terkena dampak: dua orang tewas dalam serangan drone terhadap area pasar di kota tersebut.

Baca Juga: Jasad Pria Ditemukan Membusuk di Sungai Ciparanje, Diduga Hanyut Saat Tinggalkan Rumah
Zelenskyy menyebut serangan ini sebagai “serangan jahat, sengaja dirancang untuk menyebabkan kerusakan maksimal pada manusia dan infrastruktur sipil.” Di kutip dari The Guardian
Ia juga mendesak mitra internasional agar meningkatkan dukungan—khususnya sistem pertahanan udara—serta memperketat sanksi terhadap Rusia.
Rusia mengklaim bahwa serangannya ditujukan ke fasilitas energi dan komplek industri militer Ukraina. Namun dari laporan lapangan terlihat bahwa banyak wilayah sipil yang terkena dampak, dan jaringan listrik serta pemanas mengalami gangguan serius menjelang musim dingin. Sementara itu, Ukraina dikabarkan melakukan serangan balasan menggunakan drone dan misil jarak jauh terhadap fasilitas‐fasilitas Rusia di kawasan pelabuhan dan minyak, sebagai bagian dari eskalasi timbal-balik.
-
- Potensi pemadaman listrik, gangguan pemanas, dan risiko kemanusiaan meningkat saat musim dingin mendekat.
-
- Tekanan diplomatik terhadap Rusia meningkat, dengan negara-negara Barat mengecam serangan yang dianggap melanggar hukum humaniter internasional.
-
- Ukraina makin mendesak pengiriman sistem pertahanan udara yang lebih canggih, sambil memperkuat operasi ofensifnya terhadap fasilitas sumber daya Rusia.
Serangan ini memperlihatkan bahwa meskipun perang telah memasuki tahun ke-4, eskalasi masih terus terjadi — dan dampaknya semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari warga sipil.












