Kabupaten Sukabumi

Program Pojok Curhat SMPN 5 Surade Efektif Tangkal Perilaku Negatif Siswa

×

Program Pojok Curhat SMPN 5 Surade Efektif Tangkal Perilaku Negatif Siswa

Sebarkan artikel ini

CAKRAWALAJAMPANG – SMP Negeri 5 Surade, Kabupaten Sukabumi, terus berinovasi dalam membangun karakter serta kesehatan emosional peserta didik. Salah satu terobosan yang dinilai efektif adalah Program Pojok Curhat, sebuah pendekatan emosional yang melibatkan sekolah dan orang tua secara berkelanjutan.

Program Pojok Curhat merupakan kelanjutan dari berbagai program sebelumnya, seperti Digital Detox dan pengisian Jurnal 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia (7 KAI). Program-program tersebut bertujuan memantau sekaligus membentuk kebiasaan positif siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Kepala SMPN 5 Surade, Sari Nursanti, menegaskan bahwa pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga harus memperkuat fondasi emosional peserta didik.

“Sekolah akan terus melaksanakan program-program yang melibatkan orang tua siswa. Dalam pelaksanaannya, kami selalu bergandengan tangan dengan orang tua,” ujar Sari Nursanti.

Baca Juga: Pembangunan Rampung, SMPN 5 Surade Rayakan Isra Mi’raj dengan Syukuran Gedung Baru

Menurutnya, Program Pojok Curhat sangat relevan dengan kondisi anak-anak di era globalisasi, di mana arus informasi begitu deras dan sulit dibendung.

“Sekolah tidak hanya bertugas meningkatkan kompetensi akademik siswa. Yang jauh lebih penting adalah memperhatikan kemampuan emosional mereka, karena itulah fondasi utama dalam pembentukan karakter,” jelasnya.

Ia menambahkan, anak-anak belum sepenuhnya mampu memilah informasi yang layak dan tidak layak dikonsumsi, terutama yang berpotensi berdampak negatif terhadap perkembangan karakter.

“Orang dewasa mungkin sudah bisa membedakan mana informasi yang baik dan tidak. Namun anak-anak belum tentu mampu melakukan hal tersebut, sehingga membutuhkan bimbingan dari kita semua,” ungkapnya.

Baca Juga: 21 Camat Kabupaten Sukabumi Resmi Dilantik sebagai PPATS

Sebagai penguatan peran keluarga, SMPN 5 Surade secara rutin menggelar kegiatan parenting, khususnya terkait penggunaan gawai di rumah.

“Beberapa tahun lalu, kegiatan parenting rutin kami lakukan dengan mengundang orang tua untuk koordinasi, terutama mengenai penggunaan gadget di rumah dan pengaruhnya terhadap pembentukan karakter anak,” katanya.

Sari Nursanti mengungkapkan bahwa cita-citanya sebagai kepala sekolah sangat sederhana, namun bermakna besar.

“Cita-cita saya sederhana. Murid-murid SMP 5 Surade tidak terlibat tawuran. Itu saja sudah menjadi pencapaian luar biasa bagi saya,” tuturnya.

Baca Juga: Truk Bermuatan Pisang Tertabrak Kereta Api di Kisaran Timur, Pos Jaga Perlintasan Rusak Parah

Ia pun bersyukur karena dalam tiga tahun terakhir, SMPN 5 Surade tidak pernah terlibat dalam aksi tawuran pelajar.

“Alhamdulillah, tiga tahun terakhir ini anak-anak SMP 5 Surade sangat luar biasa. Semua itu berkat kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua,” tambahnya.

Dalam pengelolaan sekolah, ia juga menegaskan komitmen untuk tidak membebani orang tua siswa secara finansial.

“Di SMP 5 Surade, alhamdulillah tidak ada iuran apa pun. Tidak dipungut biaya, meskipun sekolah melaksanakan berbagai kegiatan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa seluruh kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah merupakan tanggung jawab penuh pihak sekolah.

“Selama kegiatan itu dilaksanakan di sekolah, insya Allah menjadi tanggung jawab sekolah sepenuhnya. Kami tidak ingin membebani orang tua,” ujarnya.

Baca Juga: Sekda Sukabumi Tekankan Peran Strategis BPR Daerah dalam Penguatan Ekonomi Rakyat

Bahkan, jika anggaran mencukupi, pihak sekolah berupaya memberikan fasilitas gratis bagi siswa. “Seperti tahun lalu, kaos olahraga kami gratiskan. Insya Allah tahun ini pun mudah-mudahan bisa kembali terlaksana,” katanya.

Selain fokus pada pembinaan karakter, SMPN 5 Surade juga baru-baru ini menggelar kegiatan tasyakur binikmat sebagai bentuk rasa syukur atas berbagai pencapaian, termasuk peningkatan sarana dan prasarana sekolah.

“Bagaimana tidak bangga dan bahagia. Saat pertama kali saya datang ke SMP 5, lahannya luas, namun bangunannya masih sangat terbatas. Sekarang alhamdulillah kondisinya sudah jauh lebih baik,” pungkasnya.

Melalui Program Pojok Curhat dan berbagai pendekatan kolaboratif lainnya, SMPN 5 Surade berharap dapat terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan berkarakter kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page