CAKRAWALAJAMPANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) sesi kedua di Gyeongju, Republik Korea, pada Sabtu (1/11/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan pandangan terkait pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi tinggi bagi Indonesia, terutama dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Asrama Santri Ponpes Darul Ma’arif Cibitung Ambruk, 35 Santri Hampir Jadi KorbanPresiden juga menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi berbagai kejahatan lintas batas, seperti penyelundupan, korupsi, perdagangan narkotika, dan perjudian daring yang dinilai merugikan stabilitas dan perekonomian negara.
Di sela-sela hari kedua KTT APEC 2025, Presiden Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Korea, Lee Jae Myung. Keduanya membahas upaya memperkuat kemitraan strategis di berbagai sektor, meliputi ekonomi, perdagangan dan investasi, pertahanan dan keamanan, hingga kerja sama kebudayaan.
Dalam bidang pertahanan, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama yang telah terjalin, termasuk pembahasan lanjutan proyek pengembangan pesawat tempur bersama KF-21.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Tegas: Bencana di Sukabumi Akibat Alam yang Rusak, Bukan Sekadar TakdirSementara itu, Presiden Lee menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Presiden Prabowo di tahun pertamanya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Ia juga menyatakan antusiasmenya menantikan kunjungan kenegaraan resmi Presiden Prabowo ke Korea Selatan yang sempat tertunda pada September lalu.
Usai menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan KTT APEC 2025, Presiden Prabowo Subianto meninggalkan Republik Korea dan dijadwalkan tiba di Tanah Air pada Sabtu malam.












