CAKRAWALAJAMPANG – Anak-anak di pengungsian korban banjir bandang di Sumatra masih bisa tertawa dan bermain di tengah tenda seadanya. Namun di balik keriuhan itu, perempuan dan ibu-ibu yang duduk berdekatan menunjukkan wajah yang jauh berbeda lelah, cemas, dan belum sepenuhnya pulih dari trauma.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, yang turun langsung ke lokasi, melihat kontras tersebut sebagai tanda bahwa perempuan memikul tekanan psikologis paling besar.
“Mereka menyaksikan rumah mereka hanyut dan harus memikirkan bagaimana masa depan keluarga. Pendampingan psikologis untuk perempuan harus berkelanjutan,” kata Arifah, Jum’at (5/12/2025).
Meski anak-anak tampak ceria, Arifah menegaskan bahwa kondisi psikologis mereka juga tidak boleh diabaikan. Pengalaman traumatis bisa meninggalkan jejak mendalam di usia dewasa apabila tidak ditangani sejak dini.
Di posko pengungsian, perempuan menjadi garda terdepan: menjaga anak, memastikan logistik, hingga mengatur keamanan keluarga. Namun peran ganda itu sering membuat mereka justru yang terakhir menerima layanan bantuan.
Kementerian PPPA meminta posko pengungsian memperkuat layanan trauma healing dan dukungan psikososial khusus perempuan dan anak. Pencegahan kekerasan berbasis gender juga diperkuat melalui pengawasan dan layanan aduan cepat.
Baca Juga: PERSIB Incar Kemenangan di Partai Tunda Kontra Borneo FC
Psikolog menilai, pemulihan mental harus berjalan berdampingan dengan pemenuhan kebutuhan dasar. Penyintas perlu ruang aman untuk bercerita, dukungan komunitas, serta penguatan fungsi keluarga agar rasa percaya diri dan harapan mereka pulih.
“Bencana boleh merusak bangunan, tetapi jangan sampai mematahkan martabat dan harapan manusia,” ujar salah satu psikolog yang terlibat dalam pendampingan.
Dari tenda yang mulai memudar warnanya hingga pakaian yang dijemur seadanya, para penyintas perlahan bangkit. Perempuan yang bertahan, anak-anak yang tetap bermain, dan komunitas yang saling menjaga—menjadi alasan bahwa kehidupan selalu menemukan jalan untuk pulih.












