CAKRAWALAJAMPANG – Seorang pengemudi ojek online berinisial AN (28) menjadi korban pembacokan oleh kawanan orang tak dikenal (OTK) saat menunggu orderan di Jalan RA Kosasih, tepat di depan gerai ponsel Erafone, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.
Peristiwa tersebut menambah keresahan warga. Pasalnya, kasus pembacokan terhadap empat warga pada malam Tahun Baru 2026 hingga kini belum terungkap, sehingga memicu rasa takut masyarakat untuk beraktivitas pada malam hari.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian belakang kepala hingga harus mendapatkan jahitan. Selain itu, AN juga mengalami luka memar akibat terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri dari serangan pelaku.
Baca Juga: Pembangunan Rampung, SMPN 5 Surade Rayakan Isra Mi’raj dengan Syukuran Gedung Baru
Tak hanya melukai korban, kawanan OTK yang diperkirakan berjumlah lebih dari dua orang tersebut juga merusak sepeda motor milik korban menggunakan senjata tajam jenis golok. Bagian jok, lampu, serta bodi motor dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.
Saksi mata sekaligus rekan korban, RA (27), menuturkan peristiwa itu terjadi saat ia bersama AN dan ZA (28) tengah nongkrong sambil menunggu orderan.
“Tak lama kemudian, sekelompok OTK bersenjata tajam datang dan membuat para pengemudi ojol panik serta berhamburan. Saat motornya dirusak, korban berusaha lari, namun terjatuh dan langsung dibacok di bagian belakang kepala,” ujar RA, Rabu (14/1/2026).
Atas kejadian tersebut, korban bersama rekan-rekannya melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polsek Cikole pada Minggu siang, 11 Januari 2026. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait perkembangan penanganan perkara tersebut.
Baca Juga: Pembangunan Rampung, SMPN 5 Surade Rayakan Isra Mi’raj dengan Syukuran Gedung Baru
Pengamat Sosial Sukabumi, Andi Supriyadi, menilai maraknya aksi kekerasan oleh OTK telah menciptakan rasa tidak aman di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang beraktivitas pada malam hari.
“Warga menuntut jaminan keamanan. Aparat kepolisian harus segera bertindak menangkap para pelaku. Kota Sukabumi sudah masuk kategori darurat OTK,” tegasnya.
Sementara itu, seluruh korban sempat dilarikan ke RSUD R. Syamsudin S.H untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka sabetan senjata tajam.
Humas RSUD R. Syamsudin S.H, dr. Irfan Nugraha Triputra Irawan, menyampaikan bahwa dua korban di antaranya harus menjalani penanganan medis lanjutan, bahkan satu korban direncanakan menjalani tindakan operasi.












