Kabupaten Sukabumi

Palang Merah Indonesia dan Jepang Perkuat Mitigasi Bencana Melalui Program School and Community Resilence

×

Palang Merah Indonesia dan Jepang Perkuat Mitigasi Bencana Melalui Program School and Community Resilence

Sebarkan artikel ini

CAKRAWALAJAMPANG – Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Palang Merah Jepang terus memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui pelaksanaan Program School and Community Resilience yang digelar sepanjang Januari 2026 di sejumlah desa dan sekolah.

Country Coordinator Palang Merah Jepang di Indonesia, Teuku Awaluddin, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama PMI dan Palang Merah Jepang dalam membangun ketangguhan masyarakat secara berkelanjutan, baik di tingkat desa maupun satuan pendidikan.

“Sepanjang Januari 2026 ini, kami melaksanakan berbagai kegiatan di desa dan sekolah yang seluruhnya dirancang dalam rangkaian Program School and Community Resilience hasil kerja sama Palang Merah Indonesia dan Palang Merah Jepang,” ujar Teuku Awaluddin, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga: Longsor di Cisarua KBB Tewaskan 7 Orang, 83 Warga Masih Dalam Pencarian

Di tingkat desa, kegiatan difokuskan pada Pelatihan Manajemen Tanggap Darurat Bencana yang melibatkan unsur pemerintah desa, anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT), serta tokoh masyarakat. Pelatihan ini bertujuan membekali desa agar memiliki tim yang tangguh dan mampu merespons kondisi darurat secara cepat sebelum bantuan dari pihak luar tiba.

“Kami menekankan kemampuan desa dalam memanajemen operasi tanggap darurat, mulai dari pengelolaan dapur umum, asesmen kebutuhan, hingga distribusi bantuan dan layanan lainnya,” jelasnya.

kegiatan Program School and Community Resilience

Pelatihan tersebut telah dilaksanakan di tiga desa, yakni Desa Cidadap, Desa Cisolok, dan Desa Cikahuripan.

Sementara itu, di sektor pendidikan, PMI dan Palang Merah Jepang mengemas kegiatan dalam bentuk Event Kesiapsiagaan Sekolah yang melibatkan peserta didik dari berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.

Salah satu kegiatan dilaksanakan di SD Pajangan bersama delapan sekolah lainnya, dengan agenda utama simulasi kebencanaan. Menurut Teuku, latihan ini penting dilakukan secara rutin agar siswa memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat bencana terjadi.

“Simulasi menjadi media edukasi yang efektif agar anak-anak mengetahui apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat,” katanya.

Selain simulasi, kegiatan juga diisi dengan lomba mewarnai bertema kebencanaan yang memuat pesan-pesan mitigasi. Karya para siswa kemudian dipajang di lingkungan sekolah sebagai sarana edukasi visual.

Program ini juga menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan, seperti mengajak anak-anak untuk tidak menebang pohon sembarangan serta tidak membuang sampah, sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.

Baca Juga: BKPSDM Kota Sukabumi Minta Kuasa Pengguna Anggaran Pedomani Regulasi Pengadaan Terbaru

Pada jenjang SD, SMP, dan SMA, kegiatan diperkuat dengan pemilihan Duta Kesiapsiagaan Sekolah. Para duta tersebut diharapkan menjadi penggerak utama dalam menyebarluaskan edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

“Duta Kesiapsiagaan Sekolah menjadi ujung tombak diseminasi pendidikan kebencanaan, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal mereka,” tambah Teuku.

Rangkaian Program School and Community Resilience ini telah berlangsung selama sepekan terakhir dan mendapat respons positif dari masyarakat serta pihak sekolah. Melalui kolaborasi PMI dan Palang Merah Jepang, program ini diharapkan mampu mewujudkan desa dan sekolah yang lebih siap, mandiri, serta tangguh dalam menghadapi bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page