Kabupaten SukabumiPariwisata

Ngabuburit dengan Cara Berbeda, Warga Pilih Menepi di Pantai Kumala

×

Ngabuburit dengan Cara Berbeda, Warga Pilih Menepi di Pantai Kumala

Sebarkan artikel ini

CAKRAWALAJAMPANG – Di tengah tren ngabuburit yang identik dengan berburu takjil dan pusat keramaian, sebagian warga memilih cara berbeda untuk menunggu waktu berbuka puasa. Mereka menepi, menjauh sejenak dari hiruk pikuk, dan menikmati ketenangan senja di Pantai Kumala, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (21/2/2026).

Pantai yang berada di pesisir selatan Sukabumi ini menjadi pilihan alternatif bagi warga yang ingin menjalani ngabuburit dengan suasana lebih tenang. Tanpa musik keras atau kerumunan padat, pengunjung cukup duduk di atas bebatuan pantai, menatap laut, dan membiarkan angin sore menemani waktu menjelang azan Magrib.

Baca Juga: Mendag: Impor 105 Ribu Pikap dari India Tak Perlu PI, “Mobil Kan Bebas”

Berbeda dari tempat ngabuburit pada umumnya, Pantai Kumala menawarkan ruang hening untuk merenung. Hamparan laut yang luas dan langit senja yang perlahan berubah warna menghadirkan suasana sederhana namun penuh makna.

Vina, salah seorang pengunjung, mengaku sengaja datang ke Pantai Kumala untuk mencari ketenangan selama Ramadan.

“Kalau di sini rasanya lebih dapet maknanya. Duduk aja, lihat laut, nggak terasa waktu jalan. Puasa jadi lebih ringan,” ujarnya.

Baca Juga: Indonesia Longgarkan Sertifikasi Halal Produk AS, Tertuang dalam Kesepakatan ART

Menurutnya, suasana pantai justru membantu menahan emosi dan rasa lelah selama berpuasa. Meski matahari masih terlihat, angin sepoi-sepoi membuat udara terasa sejuk dan nyaman.

Sore itu, langit di kawasan Palabuhanratu tampak cerah. Warna oranye keemasan membentang di ufuk barat, sementara siluet pohon kelapa berdiri tenang di tepi pantai, menciptakan pemandangan yang menenangkan mata.

Bagi Vina, ngabuburit di Pantai Kumala bukan soal mencari hiburan, melainkan memberi ruang untuk diri sendiri. “Di sini bisa mikir, bisa refleksi. Ramadan itu bukan cuma nunggu buka, tapi juga ngerasain prosesnya,” katanya.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Dukungan Two-State Solution, Indonesia Siap Berkontribusi dalam Misi Perdamaian Gaza

Selain suasananya yang menenangkan, akses ke Pantai Kumala juga terbilang terjangkau. Pengunjung cukup membayar retribusi Rp5.000 per sepeda motor, membuat pantai ini mudah dijangkau oleh berbagai kalangan.

Dengan nuansa alami dan ketenangan yang ditawarkan, Pantai Kumala menjadi pilihan bagi warga yang ingin menjalani ngabuburit secara sederhana, jauh dari keramaian, namun tetap sarat makna di bulan suci Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page