Berita Utama

Ketum Paguyuban JTM Sambut Penganugrahan Kepada Tiga Tokoh Gelar Pahlawan Nasional

×

Ketum Paguyuban JTM Sambut Penganugrahan Kepada Tiga Tokoh Gelar Pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini

CAKRAWALAJAMPANG – Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (JTM), H. Hendra Permana, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi tinggi atas keputusan Pemerintah Republik Indonesia yang menetapkan sejumlah tokoh sebagai Pahlawan Nasional. Dalam pernyataannya, ia secara khusus menyoroti penganugerahan gelar kepada tiga tokoh yang dinilai memiliki pengaruh besar dalam sejarah bangsa.

Tiga nama tersebut adalah mantan Presiden Soeharto, mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja. Ketiganya dinilai memiliki peran dan jasa yang sangat berarti dalam membangun serta memajukan Indonesia di bidangnya masing-masing.

Baca Juga: Sukabumi Hadapi Pemangkasan Rp159 Miliar, Pemkot dan DPRD Siap Bergerak ke Pusat

Dalam keterangannya, H. Hendra menilai keputusan pemerintah ini sebagai langkah tepat dalam memberikan penghargaan kepada para tokoh bangsa yang telah berkontribusi besar bagi kemajuan negara.

“Kami ingin mengapresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia yang sudah menetapkan tiga nama ini sebagai Pahlawan Nasional, di samping tujuh nama lain yang juga memiliki jasa, nilai kejuangan, dan pengaruh yang luar biasa,” ujar H. Hendra.

Lebih lanjut, ia menyoroti kekhususan dari masing-masing tokoh. Soeharto, kata Hendra, dikenang sebagai pemimpin dengan masa kepemimpinan panjang yang harus diakui telah membawa berbagai keberhasilan, kemajuan, dan perubahan dalam pembangunan nasional pada masa Orde Baru. Keberhasilannya berdampak positif, baik secara nasional maupun internasional, meskipun tak lepas dari dinamika pemerintahan dan sejarah yang kerap menimbulkan perdebatan.

Sementara itu, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dihormati bukan hanya sebagai mantan presiden, tetapi juga sebagai tokoh agama, guru bangsa, dan pejuang kemanusiaan. Ia dikenal luas karena ajaran serta warisannya tentang nilai-nilai toleransi, kebangsaan, dan kebhinekaan yang menjadi landasan penting dalam menjaga persatuan Indonesia.

Adapun Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja dipandang sebagai figur teknokrat dan diplomat unggul yang berjasa besar dalam pengembangan hukum dan kebijakan luar negeri Indonesia. Ia dikenal dengan prinsip diplomasi “bebas dan aktif”, yang mencerminkan integritas serta kemandirian bangsa Indonesia di mata dunia. Keberadaannya juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jawa Barat.

H. Hendra berharap, penganugerahan gelar kepada sepuluh Pahlawan Nasional tahun ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menggali, meneladani, dan menerapkan semangat perjuangan, keberanian, serta dedikasi para tokoh tersebut.

“Penetapan ini bukan hanya bentuk penghargaan atas jasa mereka, tetapi juga pengingat dan teladan bagi kita semua—terutama generasi penerus bangsa—untuk melanjutkan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page