Olahraga

Ketegangan Politik Bayangi Persiapan Piala Dunia 2026

×

Ketegangan Politik Bayangi Persiapan Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Poto Piala Dunia dan Gedung Hancur Akibat Serangan Israel. By Image AI

CAKRAWALAJAMPANG – Persiapan menuju Piala Dunia 2026 menghadapi tantangan serius akibat situasi geopolitik yang memanas. Tim nasional Iran memastikan tetap bersiap mengikuti turnamen, namun menolak bermain di Amerika Serikat karena alasan keamanan.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyampaikan pernyataan tegas terkait sikap tersebut. Ia menegaskan bahwa timnya tidak akan menarik diri dari turnamen, tetapi memiliki keberatan terhadap lokasi pertandingan.

“Kami akan memboikot Amerika Serikat, tetapi bukan Piala Dunia,” ujar Mehdi Taj. Di kutip dari Reuters

Baca Juga: LSM Dampal Jurig Gelar Sahur On The Road di Akhir Ramadan, Salurkan Bantuan untuk Janda Jompo dan Anak Yatim

Pernyataan ini menegaskan posisi Iran yang tetap berkomitmen tampil, namun meminta penyesuaian lokasi pertandingan. Federasi Iran saat ini tengah bernegosiasi dengan FIFA agar laga fase grup dipindahkan ke negara lain, seperti Meksiko.

Di sisi lain, FIFA memberikan respons resmi terkait situasi tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa komunikasi dengan seluruh peserta terus dilakukan dan jadwal turnamen tetap berjalan sesuai rencana.

“FIFA terus berkomunikasi dengan semua asosiasi peserta dan berharap semua tim dapat bertanding sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” kata juru bicara FIFA.Reuters

Baca Juga: Mudik Lebih Tenang, Jamkrindo–IFG Angkut 25 Ribu Lebih Pemudik dengan Fasilitas Lengkap

Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino juga menekankan bahwa sepak bola harus menjadi alat pemersatu di tengah konflik global. Ia memastikan bahwa penyelenggaraan turnamen tetap mengedepankan keamanan dan sportivitas.

Dengan kondisi ini, Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menghadapi tekanan dari dinamika politik internasional. Keputusan akhir terkait lokasi pertandingan Iran kini sepenuhnya berada di tangan FIFA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page