CAKRAWALAJAMPANG – Senja di Jalan Lodaya, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, biasanya ramai oleh wangi masakan Rumah Makan Padang Mega Ceria. Namun Sabtu (15/11/2025) sore itu, aroma rendang dan gulai berubah menjadi bau menyengat dari asap hitam pekat yang membumbung tinggi. Pada pukul 17.20 WIB, teriakan warga bercampur kepulan asap mengubah suasana menjadi kepanikan.
Di tengah hiruk pikuk itu, Galih (30), seorang pengguna jalan, menjadi saksi awal tragedi. Ia yang sedang melintas bersama istrinya tertegun melihat percikan api dari bagian belakang rumah makan. “Saya lihat api, kemungkinan dari tabung gas. Ada beberapa kali ledakan, entah dari gas atau freon kulkas,” tuturnya. Suaranya sedikit bergetar saat mengenang momen itu. Tanpa pikir panjang, ia langsung menghubungi pihak kecamatan untuk meminta bantuan damkar.
Warga yang berada di sekitar lokasi spontan bergerak, mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun angin sore dan keberadaan tabung gas di dapur membuat si jago merah semakin agresif. Suasana berubah penuh kecemasan ketika beberapa ledakan kecil terdengar bersahutan.
Baca Juga: Ketegangan Memanas, China Imbau Warganya Hindari Bepergian ke Jepang Usai Komentar PM Takaichi Soal TaiwanTak lama kemudian, sirene mobil pemadam membelah kerumunan. Dari Posko V Cibadak, petugas tiba hanya beberapa menit setelah laporan masuk. Wadanpos Damkar Posko V Cibadak, Heri, mengingat jelas bagaimana api telah membesar saat timnya mencapai lokasi.
“Kami menerima laporan pukul 17.35 WIB dan langsung meluncur tiga menit kemudian. Tapi api sudah besar, banyak tabung gas di dapur yang ikut memicu,” jelasnya.
Padatnya lalu lintas membuat mobil damkar sempat terhambat memasuki lokasi. Meski begitu, tiga unit pemadam—dua dari Pos V Cibadak dan satu dari Pos Cisaat—berjuang keras menembus kerumunan kendaraan dan asap tebal demi menjinakkan api.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tapi beberapa barang berharga, seperti BPKB mobil dan surat rumah, ikut terbakar,” tambah Heri.
Setelah berjibaku selama hampir satu jam, kobaran api akhirnya berhasil dikuasai. Yang tersisa hanyalah rangka bangunan yang menghitam dan puing-puing peralatan masak yang hangus. Rumah makan yang menjadi tempat banyak orang singgah kini tinggal kenangan kusam. Kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta.
Empat rumah warga yang berada di sekitar lokasi juga terkena dampaknya. Meski dinding dan atapnya sempat terpapar panas, api tidak sampai merembet berkat kecepatan dan koordinasi petugas serta warga.
Di tengah puing-puing yang masih berasap tipis, Heri menyampaikan imbauan penting. Ia berharap musibah seperti ini dapat menjadi pelajaran bersama.
“Warga harus lebih waspada. Periksa kondisi kompor, regulator, dan instalasi listrik secara berkala. Jika ada tanda-tanda kebakaran, sekecil apa pun, segera hubungi damkar,” tegasnya.
Sore itu, Cibadak belajar bahwa bencana bisa datang kapan saja. Namun solidaritas warga dan gerak cepat petugas membuktikan bahwa asa selalu hadir di tengah kepanikan. Rumah Makan Mega Ceria mungkin hangus, tetapi kesadaran akan pentingnya keselamatan kembali menyala di benak banyak orang.Kepanikan di Senja Hari: Detik-Detik Rumah Makan Padang Mega Ceria Dilalap Api
Senja di Jalan Lodaya, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, biasanya ramai oleh wangi masakan Rumah Makan Padang Mega Ceria. Namun Sabtu (15/11/2025) sore itu, aroma rendang dan gulai berubah menjadi bau menyengat dari asap hitam pekat yang membumbung tinggi. Pada pukul 17.20 WIB, teriakan warga bercampur kepulan asap mengubah suasana menjadi kepanikan.
Di tengah hiruk pikuk itu, Galih (30), seorang pengguna jalan, menjadi saksi awal tragedi. Ia yang sedang melintas bersama istrinya tertegun melihat percikan api dari bagian belakang rumah makan. “Saya lihat api, kemungkinan dari tabung gas. Ada beberapa kali ledakan, entah dari gas atau freon kulkas,” tuturnya. Suaranya sedikit bergetar saat mengenang momen itu. Tanpa pikir panjang, ia langsung menghubungi pihak kecamatan untuk meminta bantuan damkar.
Warga yang berada di sekitar lokasi spontan bergerak, mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun angin sore dan keberadaan tabung gas di dapur membuat si jago merah semakin agresif. Suasana berubah penuh kecemasan ketika beberapa ledakan kecil terdengar bersahutan.
Tak lama kemudian, sirene mobil pemadam membelah kerumunan. Dari Posko V Cibadak, petugas tiba hanya beberapa menit setelah laporan masuk. Wadanpos Damkar Posko V Cibadak, Heri, mengingat jelas bagaimana api telah membesar saat timnya mencapai lokasi.
“Kami menerima laporan pukul 17.35 WIB dan langsung meluncur tiga menit kemudian. Tapi api sudah besar, banyak tabung gas di dapur yang ikut memicu,” jelasnya.
Baca Juga: Demonstrasi Drone TNI–Yordania di Halim, Menhan Sjafrie Dampingi Presiden Prabowo dan Raja Abdullah IIPadatnya lalu lintas membuat mobil damkar sempat terhambat memasuki lokasi. Meski begitu, tiga unit pemadam—dua dari Pos V Cibadak dan satu dari Pos Cisaat—berjuang keras menembus kerumunan kendaraan dan asap tebal demi menjinakkan api.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tapi beberapa barang berharga, seperti BPKB mobil dan surat rumah, ikut terbakar,” tambah Heri.
Setelah berjibaku selama hampir satu jam, kobaran api akhirnya berhasil dikuasai. Yang tersisa hanyalah rangka bangunan yang menghitam dan puing-puing peralatan masak yang hangus. Rumah makan yang menjadi tempat banyak orang singgah kini tinggal kenangan kusam. Kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta.
Empat rumah warga yang berada di sekitar lokasi juga terkena dampaknya. Meski dinding dan atapnya sempat terpapar panas, api tidak sampai merembet berkat kecepatan dan koordinasi petugas serta warga.
Di tengah puing-puing yang masih berasap tipis, Heri menyampaikan imbauan penting. Ia berharap musibah seperti ini dapat menjadi pelajaran bersama.
“Warga harus lebih waspada. Periksa kondisi kompor, regulator, dan instalasi listrik secara berkala. Jika ada tanda-tanda kebakaran, sekecil apa pun, segera hubungi damkar,” tegasnya.
Sore itu, Cibadak belajar bahwa bencana bisa datang kapan saja. Namun solidaritas warga dan gerak cepat petugas membuktikan bahwa asa selalu hadir di tengah kepanikan. Rumah Makan Mega Ceria mungkin hangus, tetapi kesadaran akan pentingnya keselamatan kembali menyala di benak banyak orang.












